Penilaian kita bukan kebenaran mereka

Mashel D. Wakey
Karya Mashel D. Wakey Kategori Renungan
dipublikasikan 12 Agustus 2017
Penilaian kita bukan kebenaran mereka

"Apakah setiap hidup ini harus kuceritakan pada kalian ? ah, mungkin aku saja yang tak mau membuka cerita ini untuk kalian, karena aku merasakan nyaman dalam setiap waktu yang aku jalani. Walaupun dalan harapan, aku ingin bergabung dengan kalian dan hati kecilku merasa bahwa, hidup ini tak perlu di publikasi ataupun mencari eksistensi di dunia yang fana ini. Toh, orang yang menyukai kita juga tak perlu alasan untuk tetap berada di sampingnya dan, orang lain yang membenci hidup ini tak perlu alasan untuk itu. Jadi untuk alasan apa lagi kita harus memperlihatkan sifat kita kepada mereka, karena mereka menilai dengan apa yang dilihatnya, bukan apa yang ada didalam jiwa kita. memang dasar setiap manusia diciptakan memiliki sifat dan pikiran masing-masing, tak akan ada yang satu pikiran dengan orang lain, yang ada hanya menyamakan pemahaman. Bahkan anak yang bersaudara, terlahir dari rahim yang sama dan menyantap makanan yang sama setiap hari, pikiran watak mereka sangat berbeda. Bahkan, orang yang kembar pun banyak perbedaan yang tak orang lain ketahui. Come on, kita hidup didunia ga sendiri, kadang kita tidak pernah tahu di latar belakang kehidupan orang lain, mungkin saja orang yang kita remehkan atau sepelekan lebih baik dari kita dan orang yang kita pandang lebih baik dari kita, bisa saja sebaliknya. "

"Majalah ini bahas penilaian orang nih, menurut lu gimana ngga ? dan menurut lu, lebih baik jadi diri sendiri dan dijauhi atau dekat dengan mereka tapi menjauhi kata hati ?"ucap Ringga.
"itu tergantung pribadi masing-masing bro, ada alasan orang untuk sendiri bukan karena dia tak bisa bergaul, tapi mereka lebih asik dengan dunia mereka. Jadi lu jangan pernah nilai orang dari kacamata lu aja. Lihat orang dari berbagai sudut, kalo bisa lu pakai penggaris biar sudutnya pas, heheh.e"Jawab Angga.
"ya sih, gue juga kadang nilai orang dari mata gue aja, karena yang ada di dalam pikiran gue, kenapa pendapat gue selalu ga sama dengan pendapat orang, padahal itu ga buruk-buruk amat dan alasan itu menurut gue masuk akal."Kata Ringga.
"nah, itu cuma lu aja yang mikirin pendapat lu itu benar,"
"karena gue rasa, orang yang ga suka bergaul itu culun dan ga asik, dulu gue juga punya temen yang suka sendiri gitu, dia jarang gabung main sama nongkrong malem, tapi kalo di pelajaran paling pinter. Padahal, kalo dikelas orangnya kayak pemalas sama matanya tuh kayak orang abis begadang nonton film gitu."Jawab Ringga.
"ya udahlah, lu ga harus ngertiin semua orang, satu hal yang harus lu tau itu, semua orang punya kehidupannya sendiri dan lu jangan pernah membully atau menilai orang pada pandangan yang pertama. Karena, secara engga sadar kita selalu meniai orang yang baru kita kenal dari lima menit pertama bertemu. Dan itu bisa mempengaruhi penilaian kita sama orang itu selamanya. Ngertikan ?"
"oh, gitu ya. Okelah, gue baru tahu teori itu."

Kemudian mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat ngopi Bu Tati yang berada di pertigaan jalan.

  • view 51