Berdarah tapi bukan merah

Mashel D. Wakey
Karya Mashel D. Wakey Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Juli 2017
Berdarah tapi bukan merah

Sendiriku adalah satu dalam sepi
jiwa ini letih dengan bisikan pagi
dengan bualan dan dinginnya
aku pun kuat untuk sesaat

berjalanku bagaikan di atas api
yang tak lain adalah omongan belaka
bisa dihapuskan oleh tusukkan kata
dan aku terdiam menikmati

seringnya kubungkam hatiku
untuk tak mendengar kata mereka
hari demi hari itu yang ku lewati
hanya mendengar omongan bualan mereka

entah sengaja atau hanya untuk kesenangan belaka
mereka menilaiku dengan kata yang mereka sukai
tanpa memperdulikan apa yang kurasakan
tikaman demi tebasan telah melukai hati ini

dan aku diam
hanya bisa terdiam dengan perlakuan itu
karena hanya membungkam mulut
aku bisa tenang
dan hanya menyendiri hatiku bisa membisu
walaupun pikiran terdalam tak inginkan itu

apakah kalian senang dengan keadaanku ini ?
dengan fisik yang kau agungkan
kalian curahkan kata yang hina pada tubuh yang tak salah
bukankah tak ada manusia yang sempurna ?

tapi kenapa ?
hidupku kau ambil dengan sengaja
pukulan yang terus ku terima
ternyata membuatku mengerti satu hal

dengan cara mengakhiri nafasku
maka semuanya akan berakhir dengan kesenangan
aku hilang dengan ketenangan
dan kalian bimbang tanpa dosa yang kau buat

aku bepikir menikam tubuh ini
jiwaku telah lelah dengan hidup ini
tak ada yang lebih baik kecuali mati
itu yang aku pikirkan kini


didetik terakhir ini, kenapa aku merasakan sesuatu ?
apakah tuhan masih melihatku ?
aku tak pernah berpikir bahwa tuhan itu ada
dan ternyata selama ini aku salah

kenapa aku tak merasakan kehadirannya selama ini ?
hina nya tubuh ini tak merasakan nikmat yang teramat banyak
kenapa tuhan tak ada saat aku di hina oleh mereka ?
makhluk yang merasa paling sempurna
dengan mulut dan pikiran alibi mereka

aku kini mengerti dengan masalahku ini
kau ada dan memang nyata dalam hatiku
hanya saja aku tak mendekatkan hatiku
dan hanya menikmati hinaan mereka

aku sangat berdosa selama ini
tuhan aku percaya kau ada
dan aku tak akan mengabaikan perintahmu lagi
kau ternyata ada dan aku tersenyum

kegagalan ini untuk membuatku berubah
menjadi manusia lebih baik di dunia
dengan melaksanakan perintahmu
dan untuk menjauhi yang kau larang

kau membuatku bahagia di dekatmu
kebahagiaanku dengan berdoa padamu
jiwaku tenang dengan mengingatmu
dan jagalah aku untuk hidup ini
dalam pengucapan syukur yang ku panjatkan

  • view 30