Senja yang Mendamaikan Jiwamu

Maz
Karya Maz  Kategori Puisi
dipublikasikan 16 April 2018
Senja yang Mendamaikan Jiwamu

 
 
Senja yang Mendamaikan Jiwamu
 
Senja memadamkan mentari yang menyingsing ke barat
Kita duduk berdua menatap langit menyeka cahaya jingga
Mengeja kata cinta bersirat makna, ketika senja beradu di ujung langit
Deru angin membelai wajahmu, senyummu seperti tertahan namun menakjubkan. Lalu kau diam, seraya meyelami keindahan semesta senja.
 
Dalam diam kau pancarkan beribu cerita. Di dalamnya terpendam segala rahasia: ketakutanmu, kegelisahanmu, bahagia juga doa-doa akan cinta masa depan juga yang sedang kau lalui. Aku tertegun, hingga kuurungkan untuk memancing suaramu.
 
Dalam hati aku masih merangkai kata, memuja sang dewa cinta agar lidahku tak membiru bertemu matamu.
Sesekali kau menyela nafasku dengan matamu, kau ingin menatap senja sepuasnya tanpa distraksi, dan hanya sejenak saja katamu.
 
Lalu kubiarkan kau bercengkrama dalam hening. Rasa-rasanya bibirku risau, menunggu, walau hatiku bicara tak karuan. 
Ingin sekali ku menyapa, "Hai, sudahkah kau selesai menikmati senja?"
Atau
"Bagaimana keadaan hatimu?"
 
Sedang kau masih diam, bergelut dengan hening senja. Seolah aku bicara dengan lukisan yang tersenyum. Melihatmu seperti menantikan kepulanganmu dari sudut yang tak terlihat.
 
Senjapun akhirnya tersisir ke peraduannya. Setiap detikku lebih banyak menatapmu dibanding menyapamu.
 
Tenyata kau berbahagia dalam diammu
Kau seperti memendam sunyi lalu membiarkannya hilang perlahan dilahap senja
Dan, kebenaranmu untuk bersekutu dengan diam telah mendamaikanmu, hingga ku hanya kau biarkan menyantap senyum di wajahmu. 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber Gambar

  • view 22