Tidak Puasa Karena Tidak Sahur

Maz
Karya Maz  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Juni 2017
Tidak Puasa Karena Tidak Sahur

             Pagi menjelang siang kira-kira pukul 10.40 tadi, saya mendapati seorang teman yang secara tiba-tiba meneguk sebotol minuman dingin, kalau diperhatikan ia dalam keadaan sehat and bugar dan lantas saja saya bertanya.

             “Tidak puasa?”

             “Oh, iya tadi malam tidak sahur” jawabnya seraya tersenyum kecil.

             Dalam hati saya berkata, apa hubungannya tidak sahur dengan tidak puasa! Bukankah tujuan kita berpuasa adalah untuk menahan diri dari segala yang membatalkannya bukannya sahur. Terlebih puasa itu mesti diawali dengan niat, sedangkan sahur hanya merupakan bagian dari sunnah yang berarti sangat dianjurkan namun tidak berdosa jika ditinggalkan atau ketika kita tidak terbangun ketika waktu sahur. Sebenarnya itu bukan pertama kalinya saya menemukan alasan yang sama, entah sudah yang keberapa saya mendengarnya, jawabannya selalu sama jika tidak sahur, ya tidak bangun. Lantas di mana kita meletakkan niat dalam berpuasa?

             Sedari kecil saya sudah diajari oleh orang tua bahwa meluruskan niat itu penting, apapun kegiatan yang akan kita lakukan sebaiknya diawali dengan niat terlebih dahulu. Terlebih jika berbicara tentang ibadah. Lha, bagaimana ibadah kita akan mendapat ridho jika dalam urusan niat saja kita belum kelar. Kata bapak saya dengan berniat segala kegiatan kita akan dihitung sebagai ibadah dan pekerjaan kita akan terasa ringan ketika menjalaninya hanya jika kita berniat dengan sungguh-sungguh dalam hati kita.

             Kembali lagi ke pembahasan sahur-menyahur, jujur saja sedari kecil saya sering tidak sahur, alasannya waktu itu karena masih mengantuk sehingga mengurungkan diri untuk bangun, meski sudah dibangunkan berkali-kali. Saudara-saudara saya sering memarahi saya (tentu saja dengan mendidik tidak hanya sekedar marah) jika saya selalu malas bangun untuk mencuci muka, entah berapa kali mereka bolak-balik ke kamar hanya untuk membangunkan saya, meski kadang saya akhirnya beranjak juga dengan malas-malasan. Bahkan ketika teman-teman di sekolah tahu saya tidak sahur di malam harinya, lantas mereka mengatakan puasa saya tidak diterima alias batal alias tidak sah. Saya lupa bagaimana reaksi saya waktu itu, yang saya ingat saya bersegera bertanya kepada bapak saya dan beliau pun bertanya balik,

             “Apakah kamu sudah berniat malam tadi?”

             Saya menjawab, “Ya”.

             “Ya sudah, tidak apa-apa, lanjutkan puasamu”, kata bapak selanjutnya,

             Bapak selalu mewanti-wanti saya untuk tidak melupakan niat, niat bukan di bibir saja namun harus didasari sampai ke dalam hati dan diwujudkan dengan perbuatan, apalagi menyangkut soal ibadah, niat itu perlu diluruskan agar ketika sedang menjalankan ibadah kita bisa khusyuk. Pun begitu ketika saya mendengar tausiah di bulan Ramadhan, Pak ustadz selalu mengingatkan agar jangan melupakan niat, ia juga menyarankan untuk membaca niat puasa selama sebulan penuh sehingga tidak akan menjadi masalah ketika kita lupa membaca niat di malam hari.

             Meski hingga sekarang saya sering tidak sahur ketika menjalani puasa, baik puasa Ramadhan maupun puasa di luar Ramadhan. Namun tentu saja itu bukanlah hal yang patut ditiru, karena pada dasarnya sahur sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, karena di dalamnya terdapat banyak keberkahan sebagaimana yang terangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad: Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur." (HR. Ahmad).

             Dengan demikian sudah jelas bahwa orang yang berniat untuk berpuasa namun tidak sahur baik puasa Ramadhan maupun puasa-puasa sunnah tidak membuat batal puasanya. Hanya saja kita kehilangan keutamaan maupun keberkanan makan sahur.

             Nah, sobat Inspirasi jangan sampai lupa berniat puasa di malam harinya, sehingga tidak ada lagi alasan tidak puasa karena tidak sahur. Biasanya berniat dilakukan setelah selesai shalat tarawih dan  ketika sebelum tidur namun ada juga yang meniatkannya ketika sahur. Ingatlah bahwa hakikat kita berpuasa semata-mata hanya karena Allah SWT.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita diterima di sisi-Nya.

 

 

Bacaan Ramadhan sebelumnya here

Sumber Gambar here

  • view 76