Rindu yang Menyayat dan Menjelajahi Diri

Maz
Karya Maz  Kategori Puisi
dipublikasikan 07 April 2017
Rindu yang Menyayat dan Menjelajahi Diri

 
Pada malam yang kian kelam menerjang, kutitipkan sepucuk rindu bersama angin yang menderu dan menyeruakkan kegelisahanku. 
Lagi dan lagi, selalu. Sebab  hatiku masih  percaya, besar harapku ia kan bermuara di labuh  hatimu, bahkan tak apa jika hanya menjadi sketsa mimpimu, sebuah keberhasilan bagiku.
 
Karna begitu beratnya menahan rasa rindu ini, ia semakin gencar membiusku, merajaiku hingga tak ada lagi langit yang menghiasi hariku, bulan semakin sayup tertekan perasaanku, bintangpun seperti tak tampak lagi di mataku, rinduku ini mengaburkan semua pandanganku.
 
Kau tahu, bukan jarak yang menghalangiku. Kita begitu dekat namun tak terjangkau mata dan jemariku, kau hanya berada di ujung pelupuk mataku, namun kau  tak menatapku bahkan mengenaliku. Mungkin juga aku terlalu takut untuk membelai wajahmu, hingga hanya rasa rindu yang terus kupendam.
 
Dan kau tahu, lagi  yang paling menyesakkanku, semua cahaya harapku perlahan-lahan mulai lepas dari genggaman dan menghilang, rasa rindu yang kian mengambang memupus semua asa, jika semua rasaku ini hilang, lantas kemanakah  ia pergi?
Aku tidak ingin hidup dalam kekosongan, biarlah kupendam setia segala rasa rindu ini.
Hanya jika yang kukirimkan tak jua berbalas, ia akan terkikis habis pada akhirnya, akankah masih ada berkas-berkas rindu itu di hatiku?
 
Haruskah kucerai malam yang tak mau lagi mendengarkan?
 
 
Sumber gambar here

  • view 151