Lelah

maya khusnan
Karya maya khusnan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 September 2017
Lelah

Sepagi ini, aku tetiba terbangun dengan rasa penat di sudut hati. Semalam dalam sedikit ingatan yang ku miliki.. aku bermimpi melihat hujan yang begitu lebat mendinginkan sel luar kulit. Aku terpekur di sana, memandang hujan yang aneh itu. 

Lalu pagi ini, aku kembali bermimpi. Memandang kelabu di ujung ufuk langit. Kemudian bunyi alarm membangunkanku. 

Aku tetiba merindukan nya dengan sangat. Merindukan doa hariannya yang selalu terasa sejuk. Merindukan senyum hangat nya yang menenangkan badai salju. Aku benar2 lelah bunda.

Di bumi tempat ku berpijak kini, bukanlah kebenaran yang menjadi juara namun tangis dan derita para penduduknya lah cerita utama. Di bumi ini, fitnah dan salah faham hanya lah sebuah lelucon. Apalagi senyum, itu hanyalah sepintas kisah yang jarang terjadi.

Di bumi nan ramai, sepiku adalah elegi, Lelahku rasanya pasti, dan senyumnya selalu menghiasi.

Lelahku yang selalu ku semogakan lillah.Tolong segera berhenti berderai.

 

  • view 81

  • Ha  Mim
    Ha  Mim
    2 bulan yang lalu.
    dduh tepat sekali,, di Bumi ini "lelahku rasanya pasti...." :,(

    ((PERINGATAN))

    Jika rakyat pergi
    Ketika penguasa pidato
    Kita harus hati-hati
    Barangkali mereka putus asa

    Kalau rakyat bersembunyi
    Dan berbisik-bisik
    Ketika membicarakan masalahnya sendiri
    Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

    Bila rakyat berani mengeluh
    Itu artinya sudah gawat
    Dan bila omongan penguasa
    Tidak boleh dibantah
    Kebenaran pasti terancam

    Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
    Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
    Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
    Maka hanya ada satu kata: lawan!.
    (Wiji Thukul, 1986)