Merindu

maya khusnan
Karya maya khusnan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Mei 2017
Merindu

Terjebak dalam  hujan dan macet nampaknya menjengkelkan, namun terjebak rindu kau tak akan mampu berkomentar. Merakit senyumnya sedikit demi sedikit membentuk lengkungan manis. Bahkan mungkin itu bukan senyumnya, karena kau sedikit demi sedikit mulai lupa dan kau tak rela. Benar-benar frustasi.

Lalu doa kau kirim setiap kau mengingatnya kembali, itu berarti ribuan doa teruntai~ karena bahkan kau sedetikpun tak mampu melupakannya. Dia tetap di sana, bersemayam di hatimu.

Dengungan musik mengalun dari sela lubang ear phone yang kau selipkan di telingamu, namun bukannya memahami lirik lagu si penyanyi, kau malah sibuk membayangkan pertemuan kalian di tempat idaman dengan setting terbaik dan skenario jempolan. Lagu itu berharap dapat membuatmu lupa, namun itu justru menghujam dalam menekan asa mu tentangnya.

~Duh hati, nampaknya kau mulai lelah kini. Merindu tiada henti.

  • view 65