Pesona

maya khusnan
Karya maya khusnan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 April 2017
Pesona

Lalu selintas aku menatapmu yang menjauh.

Kemudian langit berubah pekat dan aku tak melihat cahaya lagi di ujung sana, tempat kau terlihat terakhir kali.

Dan lagi hanyalah mimpi~

Duhai pertemuan, enggankah engkau melintasi jiwa kami?] rasanya mencekam sendiri lebih baik dari semua asa palsu yang ku ramu dalam semu. Kau dengan segala binaran cahaya mentari, dan aku dengan selaksa gelap gulita. maka aku panggil kita 'asa'.

Segenap beban nestapa bagaikan angin saja, saat suatu masa mereka bercerita tentang dendangmu, yang terlantun syahdu di serpihan hati. Belumkah aku di rasa pantas? menuai bahagia meski sekejap bersama kunang-kunang malam di tepi pantai bertabur sulam.

Langit menceritakan cahaya berpijar di tengah malam. Mengalihkan sejenak luapan rindu yang aku tasbihkan kepadaNya seorang. Bahagialah dimana pun.

  • view 96