Berteduh

Maya Anggraeni
Karya Maya Anggraeni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 Maret 2016
Berteduh

langkah kaki ini masih mantap, melangkah menanjak mencari satu hal yang sedari awal dicari, satu lagi tujuan yang ingin disambangi. angin bertiup pelan, namun dingin. tak ada jaket, hanya kemeja tipis berwarna biru yang dikenakan. sebuah bayang mengintip dalam benakku, memberontak ingin dimanja dengan kepedulian. aku menghela napas, berat, "tolong, aku ingin sendiri." pintaku. bayang itu masih tersenyum manis berharap kepedulianku. aku peduli, terlalu peduli, namun lelah.?

langit terlihat mendung, colonimbus yang tebal mulai berwarna kelabu, muram. aku masih melangkah sembari menatap langit, memohon dalam hati agar hujan tak turun dulu sebelum aku kembali. namun, sepertinya langit sudah terlalu berat menahan beban titik-titik air yang terkumpul di langit. hujan turun. gerimis.

putus asa, aku berjalan berbalik, berlari pelan berharap ada tempat berteduh di bawah sana. tak ada, tak ada tempat berteduh rupanya. hujan mulai membasahi kemeja biru ini dan ransel yang kujadikan sebagai penutup kepalaku agar tak basah.?

tak lama, kulihat sebuah rumah kosong, aku masih berlari pelan menuju rumah itu. berteduh di terasnya sambil menggigil menahan dingin. di tengah rasa dingin, bayang itu kembali muncul, tersenyum kecut melihatku kedinginan. rindu ini mulai menyeruak, mencoba menggapai bayang itu.

aku menatap langit, masih gerimis dengan angin yang bertiup dan menusuk tulang. menggigil dalam diam. aku termenung, teringat tiap obrolan denganmu, saat itu. sebuah permohonanmu tuk mencoba memahamimu sepenuhnya. aku mengiyakan, namun ternyata berat. bimbang ini menyeruak, apa aku bagimu? sosok apa aku dalam hatimu? aku hanya ingin suatu hal yang bisa kau buktikan. sederhana saja, temui aku disini dan dekap aku dalam-dalam, biarkan aku menangis dalam rangkulmu, menjerit pelan melepas rindu ini.?

  • view 106