Panggilan Kenangan

maya michiko
Karya maya michiko Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Februari 2016
Panggilan Kenangan

Kukirimkan aksara ini untukmu, tidak begitu menarik, tapi percayalah ada kenangan disetiap deretan huruf yang akan kau baca, ada sedikit saja tanda tanya yang akan berulang karena tak menemukan jawabnya

?

Lewat jarak kita menaruh harapan

dengan do'a kita menguatkan, sekalipun mulut tak lagi saling menyapa

kukirimkan rasa ini

lewat sayap burung merpati

lewat gerimis yang terkadang mistis

lewat langit yang seakan ingin mengajakku bermain

demi jarak yang kau sebut kesabaran

?

Tentang lagu yang pernah kita nyanyikan

tentang langkah yang pernah beriringan

tentang sajak yang pernah kau selingkuhi

tentang rindu yang berhasil kita pecahkan

Tentang tanya yang berakhir dengan tanya

?

kakak yang suka tidur,

percayalah, aku akan selalu mengenang masa itu

masa di mana motor orang mengukir cerita yang selalu berakar

masa di mana kompas tak berfungsi

masa di mana pundakmu dipenuhi airmataku karena kelelahan

akh, aku sangat ingat tanganmu begitu cekatan dan tatapan mata yang penuh khawatir saat badan ini sedang tak sehat

?

Aku begitu mengenalmu, kak

seperti api dan asapnya yang pengap

seperti malam dengan gelapnya yang kau sebut jam rindu

seperti tugas yang numpuk dan kau hanya mampu menatapnya

juga seperti manusia yang memiliki bayangan

?

kita pernah mengukir kisah di langit jogja, mencoba meraih bintang di pekatnya malam

?

(Backsound : fiersa - celengan rindu)

?

Ketika jarak kembali berjarak, percayalah setiap do'aku menghadirkan namamu di hadap-Nya, sekalipun aku tak tahu seperti apa kita kelak, aku mempercayai komposisi hubungan ini, dan ketika aku kurang cerdas dalam mencintaimu, kurang sabar dalam menunggu kabar, maka biarkan aku cukup bijaksana dalam mengenalmu, aku mengupayakan semampuku, memberi semaksimalku, mengeluh semininal mungkin dan bertahan karena proses

soal bagaimana semua ini akan berakhir, soal dimana ujung kisah ini, biarlah Tuhan merahasiakannya dariku, aku bahagia sudah mengenalmu, mengenal sisi burukmu dan kaupun khatam soal kelalaianku, ntah bagaimana temu mempertemukan kita dan hadirmu memberi nyaman pada hati yg kadang kau tampar tapi mampu menghangatkan sisi hati ntah bagian mana.

?

?

?

?

?

?

?

?

?