Si Pendiam dan Si Pemalu

Mawar Puspadiana
Karya Mawar Puspadiana Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Si Pendiam dan Si Pemalu

Aku ingin bercerita tentang si pendiam yang jatuh hati diam-diam dengan si pemalu. Si pendiam yang diam-diam mengabadikan ribuan atau entah kata-kata puitis tentang si pemalu. Si pendiam yang diam-diam menyembunyikan perasaannya di depan si pemalu, namun terang-terangan mencurahkannya di depan-Mu. Si pendiam yang selama ini diam-diam mengikuti si pemalu, di belakangnya, di sisi kirinya, atau di ruang-ruang kosong yang tak pernah ia sadari, ah atau bisa jadi hanya pura-pura tak disadarinya.

3 tahun sudah berlalu.

Si pendiam tetap saja diam, sementara si pemalu tetap malu. Tak ada yang berubah. Tak ada yang berubah dari setiap perjumpaan-perjumpaan yang telah mereka lalui. Seolah waktu memang tak pernah berganti, tetap menetap seperti 3 tahun yang lalu. Mengurung si pendiam, ah atau bisa jadi keduanya, untuk tetap membeku pada berjuta pertanyaan-pertanyaan tentang rasa yang tak pernah sampai. Rasa yang sekadar membuat kelunya lidah semakin teradu. Sebab rindu dan teman-temannya hanya terkunci rapat dalam hati, atau dalam bait puisi yang usang, yang disimpannya sendiri.

Mereka berdua menua bersama. Bersama diam dan malu yang masih sama-sama terjaga.

Mereka berdua menua bersama. Bersama doa yang entah kapan akan sampai pada perasaan yang tak lagi sekadar diam-diam dan malu-malu.

?


mawarpuspad || 06/01/2016

pict:shernchloe.tumblr.com