Cara Menciptakan Keberuntungan

Maulida Fadhila
Karya Maulida Fadhila Kategori Motivasi
dipublikasikan 21 Juli 2016
Cara Menciptakan Keberuntungan

Ketika seseorang sukses dan memperoleh penghargaan, selalu saja ada yang berkomentar “Wah, beruntung sekali kamu bisa sukses seperti sekarang.” atau begini “Ah, dia hanya beruntung meraihnya. Nasibnya mujur.” Ucapan seperti itu biasanya disertai nada yang sinis. Ungkapan macam ini hanya akan melahirkan kesan seolah-olah kesuksesan yang diperoleh hanya berkat kebaikan yang Maha Kuasa, tidak ada campur tangan kita di dalamnya. Benarkah keberhasilan lahir hanya semata-mata keberuntungan yang diberikan kepada kita?

Ada sebuah kalimat bijak yang mengatakan “Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.” –Seneca-

Saya pribadi setuju dengan kalimat di atas yang tidak menafikkan peran manusia dalam menjemput keberuntungan. Kesempatan boleh jadi adalah hadiah yang diberikan Tuhan kepada kita, sedangkan kesiapan adalah sepenuhnya apa yang kita usahakan. Ketika kesempatan menyapa kita sementara kita sendiri belum siap dengan kesempatan tersebut maka keberuntungan tidak akan terjadi. Berusaha sekeras mungkin semampu kita sambil menunggu kesempatan datang adalah cara terbaik menciptakan keberuntungan.

Misalnya ada 2 orang siswa yang ingin melanjutkan sekolahnya ke Korea. Siswa A belajar dengan tekun dan penuh keyakinan bahwa dia akan diterima sekolah di negara impiannya tersebut sedangkan siswa B belajar sekedarnya karena dia tidak yakin bisa bersekolah di Korea. Ketika ada tawaran beasiswa ke Korea, keduanya mengikuti tes penerimaan beasiswa tersebut. Kira-kira mana yang akan diterima, siswa A atau siswa B? Secara spontan, kita pasti akan menjawab bahwa siswa A mempunyai peluang lebih besar untuk diterima.

Jika siswa A yang diterima lalu apakah dengan enteng kita akan menyebutnya “keberuntungan”? Tidak bisa demikian karena kerja keras siswa A dan kesempatan yang dimanfaatkan olehnya lah yang membuat dia berhasil meraih impiannya.

Mungkin dalam hati, kita sering bertanya-tanya “Mengapa ada seseorang yang tampaknya tidak begitu berusaha tapi berhasil sedangkan ada orang yang berusaha mati-matian tapi belum juga berhasil?” Lalu banyak yang mengaitkannya dengan keberuntungan.

Ada kemungkinan bahwa orang yang berhasil tapi tidak terlihat melakukan usaha yang keras bisa jadi dia tidak memperlihatkan usahanya di depan banyak orang. Bisa juga dia adalah tipikal orang yang santai namun berusaha dengan baik dan dia memanjatkan doa yang tulus kepada Tuhan. Sedangkan orang yang berusaha mati-matian tapi tidak berhasil memperoleh apa yang diusahakannya berarti ada yang perlu dibenahi dari usahanya dan doanya. Selain itu, dia juga perlu mengukur kemampuannya.

“Kegagalan hanyalah menunjukan ketidakseriusan kita dalam meraihnya.” –Kazuo Inamori-

Keberuntungan tidak pernah salah menghampiri orang. Dia hanya akan menyapa orang-orang yang tepat yang layak mendapatkannya. Entah itu karena usaha, doa atau kebaikan-kebaikan yang dia lakukan. Tuhan Maha Adil dan tidak pernah pilih kasih kepada hambaNya. Setiap jiwa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya asalkan dia sendiri mau menciptakan sesuatu yang disebut “keberuntungan” tersebut.

Jika kamu merasa bahwa Tuhan mu tidak adil kepada dirimu maka lakukan introspeksi diri dan ingatlah selalu firmanNya berikut “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah nasibnya sendiri” (QS. Ar Ra'd: 11 )

Sungguh sebuah kalam yang amat meneduhkan dan menyuntikan semangat kepada hambaNya. Keberuntungan dan rezeki itu dijemput, bukan hanya ditunggu. Mari kita jemput dan ciptakan keberuntungan kita. Semoga berhasil.

 

  • view 333