Pejalan

Muhammad Arif Maulana
Karya Muhammad Arif Maulana Kategori Puisi
dipublikasikan 07 April 2018
Pejalan

Pejalan

Ia belajar, dari merangkak sampai tegak.
Jatuh, biasa.
Ada Tangan lain,
Siaga membangkitkannya.

Meski luka, lelah tak lepas membayang.
Ia, akan usaha.

Hingga bisa, ia dilepaskannya.
Dari tangan-tangan selembut sutra,
Memapa.

Ia, memilih langkah.
Beriringan dua kaki, penuh irama.
Kanan mendahului, kiri mengikuti.
Begitu,
Sesampainya tempat,
Yang ingin ia pijaki.

Sebagaimana kita, bisakah menjelma.
Sebagai dua orang pejalan,
Yang di temukan,
Oleh jalan-jalan penuh kejutan,
Dari kabar orang-orang,
Juga gosip jalanan?

Sebagaimana kita, bisakah mempersatukan.
Sebagai dua orang pejalan,
Yang dibesarkan,
Oleh pengalaman,
Didikan,
Dari orang-orang yang memiliki harapan,
Juga tujuan?

Sebagaimana kita, bisakah saling mempertimbangkan.
Sebagai dua orang pejalan,
Yang di kelilingi perbedaan,
Kebudayaan,
Kebahasaan,
Dari orang-orang yang mengitari kehidupan,
Juga lingkungan?

Sebagai pejalan,
Apa yang mesti dipersiapkan.
Sebelum,
Keduanya saling,
Dipertautkan,
Oleh ikatan,
yang bisa dipertanggungjawabkan,
Menguatkan,
Berakhir membahagiakan?

  • view 37