Jawablah!

Muhammad Arif Maulana
Karya Muhammad Arif Maulana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 November 2017
Jawablah!

Hingga kini kau masih tanpa kabar. Menghilang tanpa tertinggal jarak. Kau dimana, tiba-tiba jauh?


Apakah karena sesuatu, kini kau tak lagi mau mendekatiku?


Atau justru aku yang tanpa sendiri menepi dari sendi-sendi kehidupanmu? Kurasa tidak. 


Kemarin, aku sengaja bertanya untuk menandaskan segala yang menganggu dalam benak dan anganku yang tentang kamu. Bersapa yang berharap ada balas kata kenapa. Yang ada, jawabmu; Tak ada kata. Kosong. Sepi. Pandanganku jadi kabur, seakan buta.


Sengaja, kembali aku menggali apa yang sudah lama terkubur, kubangkitkan. Aku tak takut, tak pernah surut nyali jika seolah-olah ia membunuhku. Biarlah, biar ia ada serupa mayat yang pada masa silam terkenang jasanya. Atau serupa kenang yang tak berujung sayang. 


Yang kuyakini, titah Tuhan atas nama cintaNya akan selalu ada dan terus mengganda. 


Hingga, suatu malam. Ada bisik yang bergemuruh, menganggu, menjurus dari segala penjuru. Ia mengabarkan tentang sesuatu, halus katanya; sejatinya apa yang menurutmu baik, jangan meminta balasan apa-apa. Sejatinya ia, akan dengan sendirinya mengabarkan tentang apa yang menjadi tanyamu. Mendengar itu, aku bahagia tak menentu. Seolah keyakinan makin menggebu-gebu, bahwa kau masih seperti dulu. 


Akhirnya, aku terbangun. Oleh suara dunia nyata. Ayam berkokok lantang, menandakan bahwa kehidupan manusia terus berlanjut. Bagiamanapun kisah yang tertulis. 


Aku, seorang yang datang dari keterasingan atas diriku, berpulang juga dengan keterasingan yang ada dalam diriku.


Manusia seperti aku, yang belum selesai mendarasmu secara utuh, pantas untuk tertinggal sebagai kisah lalu.


Betulkah begitu?


Jawablah..

  • view 116