Sebab Rindu datang

maulanasatrya maulanasatryasinaga
Karya maulanasatrya maulanasatryasinaga Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Februari 2016
Sebab Rindu datang

Sebab Rindu datang pada Nyanyian Derit Dermaga dan Celah Sampan yang Selalu Berkisah akan Seorang Gadis dan Pemuda

Senja tua datang dengan segala keadaannya yang luar biasa. Warna sederhana menyatu pada daun. Daun jatuh pada pasir dan membuatnya kemilau sama seperti jejak kaki anak-anak pergi ke surau dan kepiting remaja terlihat sangat kuning. Siapa saja bisa kasmaran akibat warna dan lantunan angin yang memudahkan pelaut pulang dan serpih-serpih atap yang dianyam menimbulkan instrumental tak serupa. Seperti itu seorang gadis dan pemuda. Pemuda berjalan di atas dermaga sang gadis tersenyum laksana senyum putri-putri zaman kerajaan, manis sekali membuat para pemancing merasa mereka mendapatkan gulali. Derit dari dermaga seperti lantunan biola, ia terus membuat irama, sang gadis terus tertawa. Angin makin centil menyelipkan rasa lewat dada mereka, pasir makin membujuk untuk berdayung sampan. Maka, mereka bermain kecipak air di laut, membiarkan udang-udang dewasa tersenyum akan romansa.

Suara datang dari pesisir, suara orang-orang. Sang gadis telah jauh ke tengah laut. Ia sadar kemudian ia kembali, ia mendayung sendiri. Selalu setiap senja tua datang, ingatan gadis itu hilang kemudian senja selanjutnya ia selalu mengulangi senyum dan romansa-romansanya sebelum tersadar kembali dan sepi menjahitnya rapi sekali.

Medan,2015

  • view 86