Tiga Episode tentang Hujan

maulanasatrya maulanasatryasinaga
Karya maulanasatrya maulanasatryasinaga Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Januari 2016
Tiga Episode tentang Hujan

Tiga Episode tentang Hujan

-Maulana Satrya Sinaga

?

Episode pertama #1

Semua segala tentangmu tercurah di sini, bila hujan tentu aku akan semellow-mellownya, sejadi-jadinya hati ini sensitif sendiri. Maka yang aku lakukan adalah menangisi hujan yang sedang menangis. Kejadian selanjutnya kenangan-kenangan kita mulai menempel pada gorden jendela. Dan centilnya itu. Mengetuk-ngetuk kaca seakan berbicara ?aku menunggumu di luar.?

Dan aku tau, diluar hanyalah kesepian yang tajam. Hanya ada butir hujan, tak lebih.

Episode kedua #2

Selain hujan, angin juga mengantarkan kejadian-kejadian ganjil. Misalnya seperti sekelebat bayangmu di bahuku, atau tanganku tiba-tiba serasa menggenggam tanganmu dan ini adalah kejadian yang paling tak aku mengerti, ?bagaimana aku bisa merindukanmu?? sedang kau tak merindukanku!

Bagaimana caranya hujan bisa sesentimentil ini. Wahai syair, izinkan aku mengecup dawai agar bisa bertahan dari kenangan lampu.

Episode ketiga #3

Dari kamar ini aku bisa melihat lampu-lampu jalan itu hidup sendiri, suara hujan yang makin lantang menyentuh aspal. Aku merasakan suatu kelembutan dalam sekejap kamarku berkabut. Kabut akan segala senyum dan tawa perempuan itu. Aku diam saja, aku bisa apa selain mengurung diri dalam kekesalan. Apakah ada yang lebih sedih melihat kekasih bersama yang lain lalu aku terlantar dalam hujan? Jawabannya adalah senyumku sambil menangis lalu mengikhlaskan.

Medan-2016

  • view 116