Dari Millenials untuk Indonesia

Muwahiddin Massaid
Karya Muwahiddin Massaid Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 November 2017
Dari Millenials untuk Indonesia

Dari millenials untuk Indonesia

Janji itu telah di ikrarkan. Tiga poin utama telah disepakati.

Hari itu bertempat di gedung Indonesische Clubgebouw banyak orang berkumpul. Orang-orang itu berasal dari berbagai daerah. Mayoritas mereka pemuda. Setelah beberapa kali berkumpul merumuskan, hari ini di gedung itu hasil kongres telah di sepakati. Sumpah pemuda di kumandangkan.

Ada perasaan bangga dan haru. Sumpah pemuda masih menjadi hari yang sakral di negeri ini. Tiap tahun kita semua memperingatinya. Dahulu, para pahlawan kita berkumpul dan merumuskan sumpah ini karena memiliki perasaan senasib. Rasa terjajah oleh kolonial yang mendorong lahirnya sumpah para pemuda Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, peserta kongres dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda seperti jong java, jong sumateran bond, jong ambon, jong bataks bond, sekar rukun dan perkumpulan lainnya. Ini 89 tahun yang lalu. Hari ini adalah hari kita, generasi muda Indonesia. Saatnya kita yang berjuang.

Tapi, apa yang harus kita perjuangkan? Kalau dahulu ada kolonial yang menjajah Indonesia, lalu saat ini siapa, atau apa?

Sebelum itu, mari kita lihat diri kita. Pemuda Indonesia. Bagaimana kontribusi kita pada negeri ini. Bukankah sebelum janji sumpah pemuda, para anak muda hebat itu sudah mendirikan perkumpulan pemuda untuk melawan. Artinya, sudah ada usaha yang nyata ingin melepas cengkeraman penjajah di bumi pertiwi.

Lalu, kita? Apa yang sudah kita perbuat?

Apakah pemuda saat ini lebih banyak yang melakukan hal yang produktif ataukah lebih banyak melakukan hal yang sia-sia?

Lebih banyak mencipta atau hanya menkonsumsi ?

Menekuni suatu hal atau menghabiskan waktu seharian bermain game?

Berkarya atau mencela karya orang lain?

Serius di perkuliahan atau sebaliknya?

Mengapresiasi atau menghujat?

Silahkan jawab di hati masing-masing.

Padahal apa yang harus diperjuangkan itu nyata di depan mata kita . Ada kemiskinan, kesenjangan ekonomi, masalah banyak orang, terancamnya UKM dengan kapitalis, dan serangkaian masalah lainnya yang tidak habis bila disebut satu per satu.

Jika sudah seperti ini bagaimana masa depan bangsa?

Ingat, Indonesia sebentar lagi akan menghadapi bonus demografi. Saat itu, angkatan produktif (sekitar 15-64 tahun) lebih banyak dibanding jumlah anak-anak (dibawah 14 tahun) maupun orang tua (diatas 65 tahun).

Apa artinya ini ? Peluang ataukah ancaman?

Bagaimana kita menghadapi bonus demografi ini?

Apa yang bisa dilakukan?

Mulailah berkarya

Disaat banyak anak muda sibuk dengan dunia nya yang kekinian, ada juga pemuda yang berkarya untuk negeri. Seperti para atlet yang ikut di berbagai kejuaraan dunia. Tidak jarang kita dengar, mereka merogoh kocek sendiri untuk membiayai pelatihan mereka.

Di bidang fintech, banyak bisnis startup yang berkembang menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat luas. Sebut saja tokopedia, bukalapak, gojek, ruangguru, kitabisa.com luarsekolah dan masih banyak lagi. Bayangkan betapa kemudahan yang diberikan dengan adanya unti bisnis ini. Ada juga GNFI yang hadir dengan info positifnya tentang Indonesia.

Di bidang-bidang lainnya pun banyak anak muda yang sudah berkarya buat Indonesia.

Tetapi, jumlah mereka masih kurang. Permasalahan masih banyak dan Indonesia butuh lebih banyak anak muda yang solutif dan prestatif. Untuk itu mari ambil bagian dalam membangun Indonesia ini. Kita, saya dan engkau, mari kita ikut dalam membangun Indonesia.

Mulai dari diri sendiri, mulai saat ini juga. Mari berkarya dengan sepenuh hati, mari berkarir dengan serius. Asal positif dan bermanfaat mulai tekuni bidang yang kita minati.

Jika ingin jadi penulis, mulailah menulis. Mau jadi pengusaha, mulai saat ini juga. Ingin menjadi menteri, akademisi, praktisi, atlet, komika, vlogger atau apapun juga, mari mulai saat ini juga. Tanamkan di hati suatu saat apa yang kita geluti ini akan memberi dampak besar bagi Indonesia.

Selain berkarya, adakah hal lainnya?

Jawabannya ada. Mulai menyadari kehadiran kita bagi sesama. Mulai selesaikan problem banyak orang semampunya. Bisa dalam bentuk gerakan, komunitas atau apa saja. Dulu, pernah kita membantu saudara kita, Prita. Koin untuk Prita terkait perseteruannya dengan Omni Internasional. Sekarang, kitabisa.com banyak digunakan sebagai media untuk iuran bersama. Banyak yang sudah memakainya untuk penggalangan dana. Terakhir, kita melihat crowdfunding untuk pesawa R80 buatan eyang Habibie.

Jadi, sekarang juga mari berbuat. Yakin lah bahwa 20 tahun mendatang wajah Indonesia adalah ‘wajah’ kita, anak muda Indonesia. Mari bersama membangun Indonesia. Inilah kerjasama kita, inilah #sumpahpemuda2017 kita. kita tidak sama, kita bekerjasama. Demi Indonesia yang lebih baik.

Salam,

#sumpahpemuda2017

Note:

1. Sumber foto dari Trivia.id

2. Saya tidak hendak bercerita tentang dua atlet kita ini, hanya saja sedikit kesulitan mendapat gambar yang tepat. Foto itu dirasa mampu mewakili tulisan ini 

  • view 26