LARA DI TANAH LEGENDA

Kelik Widiyanto
Karya Kelik Widiyanto Kategori Puisi
dipublikasikan 21 September 2016
LARA DI TANAH LEGENDA

LARA DI TANAH LEGENDA

 

Di tengah keriuhan mendulang emas, tanah priangan bercucuran air mata

Hujan dua hari menyisakan tangis lara warga

Sepanjang Bandung, Garut dan Sumedang sang tanah legenda terendam air mata duka

Air bah menghabiskan sisa asa

Tak sedikit harta hilang entah berantah

Nyawa melayang tak dinyana

Turut hanyut, buku sekolah, harapan masa depan

Anak menjadi yatim, ibu kehilangan buah hati

Jasad ditemukan jauh dari pegangan tangan terakhir

Satu demi satu saling menyalahkan, menuding dan menfitnah

Tak kah mereka sadar kerusakan ekosistem akibat kerakusan manusia mengeruk pori-pori pertiwi

Barulah sadar jiwa ketika air mata berubah menjadi mata air

Setiap hari kita mencium tanah membisikkan, cinta

Setega itu pula kau mengagahi cintanya padamu

Tak puaskah kau hisap bulir demi bulir pasir kejayaan

Tak puaskah kau jejalkan dunia dalam kerongkongan mu

Tanah legenda mengingatkan kau

Mendulang emas menghempaskan nyawa

 

 

Palasari, bakda magrib 21 Sept 2016

 


  • Pudji Lestari
    Pudji Lestari
    1 tahun yang lalu.
    Turut berduka cita kepada saudara di Garut dan Sumedang.

    Semoga mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian tanah legenda.

    Sungguh telah nampak kerusakan di muka bumi, akibat perilaku manusia...