Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 27 Februari 2018   23:22 WIB
Bergumam malam

Kau sibuk mencari arti hidup
memiskinkan hati
menjaring semua persepsi
untuk kau kelola sendiri demi reputasi

mengusapkan sepatu mereka yang kotor
kau menghina diri demi sendiri
perbuatan yang masuk akal
namun terlalu menghina sekali, kawan

berjuang mati matian demi resensi batin
melupakan keringat sang tuan maharaja
kegigihan dan kejayaan yang tak kau banggakan
reputasi jati diri yang memang sudah berjaya
dan tak kau percaya karena penjajahan yang serupa
namun tak sama, tuan

pribadi bumi dan berarti satu darah dengan tuan
tempat terkuburnya jutaan tulang bertanda
campuran tanah yang bernada sama dengan anda
sedangkan kau menghancurkan harapan masa mereka
demi sejuntai kehancuran yang terencana

sehina apakah kau, seorang tuan ?
hingga lalat pun enggan mendekati ragamu
tanah sendiri pun tak bergeming saat ditanya
 terkapar pun kau tak akan diselimuti tanah pribumi

robek hati dan melainkan otak
tutup satu pintu dan kehancuran tersenyum padamu
karena merasakan gemuruh penghianatan dari yang dibela
menghela nafas dan bernada pun tak akan sering bertanya pada tanda

bangku kotor tak berkayu dan emas kehinaan
tika duduk menjelma seorang hina yang pantas dicaci
bertopeng jahitan luka yang bersedih
dan dibaliknya terdapat kebusukan

Karya : Mashel D. Wakey