Kekalku keabadiaan

Kekalku keabadiaan

Mashel Dw
Karya Mashel Dw Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Agustus 2017
Kekalku keabadiaan

Seruan setiap kata telah ku dengarkan
seruling yang berbisik telah ku rasakan
sendu dalam setiap nada telah ku paksa
jiwa yang hilang telah ku buang dalam hina

aku bersama seorang bayang yang hilang ditelan hampa
tak terasa dan aku bahagia jika sendiri
sunyi dalam setiap senja telah ku telaah
dengan ramainya dan kecintaannya pada merah

bukankah hidup kita tak sempurna ?
entah kenapa manusia selalu merasa diri mereka lebih
selalu merasakan bahwa yang menang adalah tahta
dan hinaan adalah yang terendah untuknya

cacian dalam setiap perbedaan selalu ada
jiwa yang hilang dan tak tentu arah
walaupun sukma jaya telah berkarya
 kita enggan untuk mencintanya

kekuasaan diatas segalanya
setiap perkara selalu ditemani dengan masalah
ketika jauh kurasa pilu yang kelabu
kurasakan sepiku sempurna jika tanpamu

hiduplah jiwaku yang malu
tersenyumlah dan bahagia dengan hidup kita
anugerah yang telah kita punya, tak siapapun punya
kau berharga dan kita adalah permata yang berkarya

ingatlah bahwa kita adalah kuat dalam masa
jiwa kita tangguh tanpa terunggah
kesendirianmu adalah kekuatan alam sunyi
kita beruntung tanpa kelemahan mereka

  • view 342

  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    1 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Puisi kesendirian yang sangat kuat. Lewat pemilihan kata-kata yang pas, sajak karya Mashel D. Wakey ini terbaca puitis dan berhasil menyampaikan pesan mendalam. Bahkan bisa dibilang puisi ini perlawanan bagi kecenderungan tren masa kini yang mengelu-elukan popularitas dan keinginan untuk berbicara di depan umum.

    “Ingatlah bahwa kita adalah kuat dalam masa. Jiwa kita tangguh tanpa terunggah,” menjadi dua larik sederhana yang justru kita tak perlu mencari dukungan orang lain dan memamerkan apa yang kita lakukan atau kita capai ke publik untuk bisa menikmati hidup dengan sepenuh hati. Bagus sekali, Mashel.