Benang Kusut

S Lainin Nafis
Karya S Lainin Nafis Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Februari 2016
Benang Kusut

Helai demi helai, tanganku mengurai benang yang menggulung. Melingkar, memanjang, kemudian melilit helaian lain. Menyatu begitu mesra. Serupa pendongeng yang tak rela kehilangan suaranya. Seperti penyair yang mencintai kalimatnya. Aku terbius terlena.

?

Menit yang membengkak menjadi jam, hingga ratusan hari terlewati. Benangku masih saja memanjang. Biar sejuta tasbih melingkari, berlembar doa dibisikkan, kusutnya abadi.

?

Lelah, siapa yang tidak?

?

Tidak sekali dua, inginku sudahi semua, menggenggam kedua ujungnya dan menariknya dalam geram.

?

Tanganku gemetar. Melepas genggam, dan kembali merunut benang yang tak rapi. Sudah, nikmati saja. Sebab sekali jariku menggenggam menggeram, jiwaku berkata; Aku telah sampai pada titik dimana orang-biasa, menyerah!

?

Dan aku tak mau menyerah!!!

  • view 109