Amarah

S Lainin Nafis
Karya S Lainin Nafis Kategori Psikologi
dipublikasikan 09 Februari 2016
Amarah

Kami duduk bersantai di depan rumah ketika keributan itu mengagetkan kami bertiga. Suara ibu samping rumah terdengar jelas sedang memarahi anaknya yang baru berusia sebelas tahun. Percakapan kami terhenti. Meski kami tak berniat mendengarkan persoalan mereka, kami akhirnya tahu sumber permasalahannya yang ternyata sederhana saja.

?

Adi, anak yang kena marah, lalai ketika disuruh menjaga makanan yang ada di meja sementara sang ibu beranjak sebentar menerima telepon di ruang tengah. Bocah yang masih duduk di bangku kelas lima tersebut asyik bermain di bawah meja makan. Alhasil, seekor kucing berhasil mencuri seekor ikan yang baru saja digoreng sang ibu.

?

Melihat hal itu, sang ibu memarahi Adi hingga suaranya terdengar sampai rumah kami. Anak itu terisak. Tak jelas apakah Adi juga menerima cubitan, pukulan atau hanya diteriaki sang ibu. Pandangan kami terbatas pagar yang memisahkan kedua rumah kami. Namun hati kami miris membayangkan jika saja anak yang masih sangat belia tersebut menerima kekerasan secara fisik dan psikologis hanya karena sedikit lauk yang berkurang.

?

Yang lebih mengherankan lagi, kemarahan yang menurutku melebihi porsinya tersebut dilakukan oleh sang ibu yang sehari-hari bertugas sebagai pemberi Bimbingan dan Konseling siswa-siswi di sekolahnya. Nah, loh!

?

Bukankah dengan keahliannya tersebut, sang ibu harusnya bisa lebih bijak menghadapi anak-anaknya sendiri?

?

Betapa meruginya seseorang yang memiliki kemampuan ataupun kepandaian tetapi hanya bermanfaat bagi pekerjaannya atau bagi orang lain, tetapi tidak bagi keluarganya sendiri.

?

Betapa disayangkan seseorang bisa bersikap bijak dihadapan orang lain tetapi tidak dihadapan keluarganya sendiri.

Orang bisa memiliki tingkat kemarahan yang sama, tetapi tidak dalam cara mengendalikannya.

Orang bisa memiliki rasa sakit yang setingkat, tetapi tidak dalam cara menyembuhkannya.

Orang bisa memiliki kepandaian yang serupa, tetapi tidak dalam menggunakannya.

?

Dan, orang bisa memiliki kekecewaan yang setara, namun tidak dalam memanfaatkannya.