Sakitkah Hatimu? (ini obatnya)

Mas Aam
Karya Mas Aam Kategori Psikologi
dipublikasikan 09 April 2016
Sakitkah Hatimu? (ini obatnya)

Penyakit hati sering kali terabaikan jika dibandingkan dengan penyakit fisik. Hal ini dibuktikan dengan beberapa fasum yang menangani kesehatan penyakit fisik saja. Padahal sejatinya penyakit hati justru lebih berdampak jika tidak segera terobati. Penyakit fisik hanya akan berdampak terhadap pribadinya dan keluarganya sendiri. Namun dampak negatif dari penyakit hati ini adalah kecenderungan manusia untuk berbuat buruk terhadap orang lain, seperti sombong, dengki, iri, dan lain-lain yang menimbulkan perlawanan terhadap manusia di sekitarnya.

Dalam hal ini Islam sebagai penyempurna agama-agama terdahulu juga memberikan terapi rohani untuk menyembuhkan penyakit hati, agar kita senantiasa bisa menerima nasihat guru kita dan mau menerima masukan orang lain demi keberlangsungan hidup yang lebih baik. Nasihat imam Ghozaly dalam kitab ihya? ulumiddin dijelaskan bertafakkur adalah salah satu tips untuk melunakkan kerasnya hati. Melalui tahapan-tahapan ini manusia akan kembali menemukan ketenangan batinnya.

Pertama, dengan bermunajat kepada Allah di sepertiga malam yang terakhir, kondisi psikologi manusia dalam sepertiga malam ini akan cenderung menemukan ketenangan jiwa. Karena selain aktifitas sekitar yang sepi, rahmat Allah juga lebih banyak diturunkan pada waktu ini pula. ?Seseorang manusia bisa memanfaatkan waktu emas ini untuk mengevaluasi diri sebagai controling, sekaligus bisa kembali merancang perencaan hidup kedepan sebagai planning.

Jika bermunajat belum bisa menemukan ketenangan batin, maka cara yang kedua adalah dengan senantiasa berpuasa. Khasiat berpuasa selain mendapatkan pahala adalah bisa membakar racun dan penyakit dalam tubuh. Salah satu dokter di negara Amerika Serikat pernah meneliti puasa hari senin dan kamis, dalam sebuah penelitian tercatat bahwa puasa adalah proses pembakaran racun dan zat berbahaya dalam tubuh. Puasa hari Senin membakar racun yang dikonsumsi tubuh pada hari Jum?at-Ahad, pun puasa Kamis yang membakar zat berbahaya dalam tubuh pada hari Selasa-Kamis.

Puasa selain bisa membakar racun dan zat berbahaya dalam tubuh juga bisa membuat penyakit hati sembuh dan hendak menemukan ketenangan. Bila dengan berpuasa masih belum mendapatkan ketenangan, maka cara yang ketiga adalah menyendiri. Mencari jati diri yang telah lama hilang untuk kembali ke jalan hidup yang sedia kala. Dalam hal ini seseorang bisa berhijarah ke daerah yang baru untuk menghapuskan dendam-dendam terdahulu dan bisa membangun lingkungan baru yang lebih baik.

  • view 136