Siapa Menanam Akan Menuai

Mas Aam
Karya Mas Aam Kategori Motivasi
dipublikasikan 06 April 2016
Siapa Menanam Akan Menuai

Lantunan pujian selalu terdengar syahdu kala Masykuri berdendang pada sepertiga malam yang terakhir, suara lembut itu membangunkan masyarakat GKB yang sedikit demi sedikit mulai beranjak dari tempat tidurnya. Pria kelahiran Mojokerto 1987 ini, kini menjadi sosok yang paling disegani dan dihormati di Jl. Belitung IV Gresik Kota Baru (GKB). Namun predikat tersebut tidak lepas dari usahanya dalam memetik barokah khidmahnya di P.P Mambaus Sholihin.

??????????? Pria bernama lengkap Masykuri Fadli ini adalah buah hati pertama dari pasangan Matruni dan Maskiyah, dia tinggal di desa Bujaan kecamatan Sreseh kabupaten Sampang provinsi Madura, dengan masyarakat rata-rata bermatapencaharian petani. Masykuri pertama kali masuk pondok pesantren Mambaus Sholihin pada tahun 2007, kesan yang paling tidak bisa ia lupakan adalah Allah memudahkan niatnya dalam tholabul ilmi berupa sambutan penuh hormat oleh pihak pondok dan dimudahkannya urusan administrasi serta tercukupinya kebutuhan awal.

??????????? Masykuri berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, jika mahasiswa yang lain lebih memilih tidak ada ketergantungan dengan kegiatan santri namun Masykuri sebaliknya, dia lebih memilih mengikuti kegiatan santri dari mulai pembacaan aurod al-yaumiyah hingga kegiatan ekstra yang diadakan di komplek madrasah aliyah. Pada tahun 2009 Masykuri resmi dilantik oleh K.H Masbuhin Faqih menjadi bendahara di komplek Al-Mujtahidin dan membantu mengajar Al-Qur?an, sholawat dan lain sebagainya di komplek tersebut.

??????????? Umur bukan suatu alasan untuk tetap mengabdi, Masykuri yang sudah berumur 24 tahun sangatlah dekat dengan para santri, tutur katanya yang lembut, akhlak mulia yang dia miliki dan kesabarannya adalah modal awal untuk membantu meringankan beban romo kyai dalam menjaga amanah dari wali santri dalam mendidik anaknya. Hingga Masykuri pun harus mengikuti semua aktifitas santri yang jarang dilakukan oleh pengurus lainnya.

??????????? Khidmah, khidmah dan khidmah itulah prinsip yang ia pegang, Masykuri tetap sabar dalam mengurus pada santri yang berdomisili di komplek ndalem K.H Zainul Arifin itu. Hingga di penghujung 2009 Masykuri menemukan kesulitan dalam ekonomi yang dialami keluarganya. Masykuri pun harus menjadi tukang sapu inkafa, serta membersihkan gedung Inkafa tiap pagi dan sore demi mendulang rupiah yang akan ia bayarkan untuk semester akhir dan skripsinya.

??????????? Berkat ketelatenannya dan keikhlasan yang ia miliki, Masykuri diminta menjadi takmir musholla Darussalam yang lokasinya di Jl. Belitung IV/13. Tiap sepertiga malam yang terakhir si rambut keriting itu harus mengayuhkan onthelnya demi menjalankan tugasnya sebagai takmir musholla, hingga ia harus kembali lagi ke pondok untuk melanjutkan khidmahnya sebagai pembimbing komplek Al-Mujtahidin. Pekerjaan itu ia lakukan sampai menjelang wisuda hingga akhirnya ia disenat menjadi sarjana pendidikan Islam.

??????????? Selepas sarjana, ia memutuskan lagi untuk fokus berkhidmah menjadi takmir di musholla Darussalam. Kini Masykuri mulai meninggalkan pondok pada tahun 2012, ia tinggal di kamar kecil berukuran 1x3,5 meter bertempat diantara bangunan musholla dan gedung TPQ. Aktifitas setiap hari masykuri adalah mengurus musholla, mengajar di TPQ Darussalam, merawat dan mengantarkan anak kecil di lingkungan sekitar Jl. Belitung IV yang ingin diantarkan ke sekolah.

??????????? Seperti kata pepatah ?urip iku nandur, sopo sing gelem nandur, bakal ngunduh?. Begitu juga dengan kehidupan Masykuri selama ini, yang ia gunakan untuk terus menjadi manusia yang anfa?uhum lin nas (berguna dan bermanfaat bagi manusia yang lain) dari masykuri yang tak mempunyai biaya dalam menuntut ilmu hingga ia harus membuang waktunya dalam mengejar mimpinya demi berkhidmah di lingkungan perumahan elit GKB.

??????????? Kini Masykuri laksana petani yang sedang panen. Dengan bisyaroh yang dibilang kurang dari cukup yakni?700.000 rupiah perbulan, serta dibantu oleh masyarakat sekitar dalam menyukupi kebutuhannya. Hidup Masykuri kini terasa lebih baik dan berubah drastis.? Masykuri mengganti onthelnya dengan sepeda motor barunya cash, ia juga menjadi tulang punggung keluarga dan berhasil memondokkan adiknya ke pesantren daerah Malang.

??????????? Sifat kepercayaan yang ia miliki merupakan daya tarik tersendiri. Masykuri kini dipercayai memegang kunci kantor PT. SARANA BANGUN PERSADA, perusahaan jasa pembangunan yang bergerak di bidang pemerintahan dan swasta berkantor pusat di GKB. Kini Masykuri mempunyai cita-cita mulia dengan ingin membangunkan rumah baru untuk ibu bapaknya di lokasi GKB. Kehidupan Masykuri ini menjadikan pelajaran bahwa sesungguhnya hidup itu seperti menanam. Jika kita menanam kebaikan dini hari, suatu saat kita akan memetik kabaikan itu pula.[]

  • view 189