MEMBANGUN ETIKA SOSIAL DAN MORAL BAGI MASYARAKAT

maaruf muhamad
Karya maaruf muhamad Kategori Lainnya
dipublikasikan 18 Januari 2018
MEMBANGUN ETIKA SOSIAL DAN MORAL BAGI MASYARAKAT

MEMBANGUN ETIKA SOSIAL DAN MORAL BAGI MASYARAKAT   

Maaruf Muhamad

Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Kupang

Abstrak

 Persoalan Etika dan Agama adalah dua hal yang tidak perlu dipertentangkan. Etika memang tidak dapat menggantikan Agama, tetapi Etika dapat membantu Agama dalam memecahkan masalah yang sulit dijawab oleh Agama. Itulah sebabnya mengapa justru kaum Agama diharapkan betul-betul memakai rasio dan metode-metode Etika . Etika bisa mefrendahkan atau cenderung mengabaikan kepekaan rasa, kehalusan adat, kebiasaan, konvensi sosial dan sebagainya. Bahkan bahaya formalisme bisa terjadi, berpikir baik buruk secara moral tetapi tidak mampu menjalankannya.
Kata Kunci : Etika sosial, Moral,
Pendahuluan
Berbagai permasalahan menimpa bangsa Indonesia seperti masih adanya konflik sosial di berbagai tempat, sering terjadi tindakan kekerasan dalam menyelesaikan permaslahan, masih banyaknya praktek korupsi, masih sering terjadinya perkelahian antara pelajar. Yang disebabkan karena tidak adanya nilai-nilai moral dan akhlakul karimah sebagai bangsa timur bangsa yang religius. Pelanggaran etika sosial dan tindakan kekerasan dalam berbagai bentuk juga terjadi di lingkungan sekolah terutama disekolah menengah. Hal ini disebabkan oleh berbagai factor biologis dan psikologis siswa dalam kondisi pancaroba, peran control keluarga semakin berkurang, perungan sosial budaya dengan berbagai fasilitas telekomunikasi dan informasi yang semakin canggih dan masit, tindakan pelanggaran etika sosial dan tindakan kekarasan yang semakin marak di masyarakt yang ditayangkan secara visual diberbagai stasiun TV baik dalam kemasan berita maupun laporan khusus.
            Berbagai permasalan tersebut lantas memunculkan pertanyaan tentang peranan dan sumbangan pendidikan agama islam dalam membentuk etika sosial. Walaupun variabel berkembangnya permasalahan tersebut sesungguhnya sangat kompleks namun seringkali secara langsung maupun tidak langsung dihubungkan dengan kegagalan pendidikan agama di sekolah. Pertanyaan seperti ini dianggap biasa saja karena sumber dari berbagai permasalahan tersebut akibat adanya  krisis etika dan moral. Sedangkan peranan pendidikan agama adalah membentuk anak didik memiliki moralitas dan akhlak budi pekerti yang mulia.
            Kondisi tersebut tenttu sanga memprihatinkan. Kondisi ini menuntut semua pihak untuk mengambil peran masing-masing guna menyelamatkan generasi muda dan bangsa. Berbicara mengenai pendidikan, pendidikan agam masuk dalam cakupannya. Ini meliputi pendidikan agama yang diajarkan disekolah maupun ditempat lain Belum mampu mendidik anak bangsa yang baik dan bermanfaat, sudah pasti semua kesalahan itu tidak seratus persen dibebankan kepada lembaga pendidikan karena lingkungan masyarakat juga besar sekali perannya untuk membentuk karakter bangsa yang kacau ini.
            Tantangan sekarang adalah bagaimana mendidik anak untuk berbuat terpuji dan tidak terpengaruh oleh kenyataan tercela yang ada ditengah-tengah masyarakat. Jangan berharap anak didik mampu menilai dan mampu berpikir memecahkan msalah jika model problem solving tidaka pernah diperkenalkan kepada anak didik. Akan didik tidak akan berlaku etis jika aturan yang syarat dengan  nili-nilai moral dan agama yang tidak ditegakkan di sekolah. Anak didik patutnya tidak di salahkan jika pelajaran agama atau moral hanya bersifat hafalan, sementara kontradiksi dengan kemampuan hafalan anak dengan kenyataan dalam perilaku tidak dihiraukan.
            Kehadiran agama  di muka bumi sebagai pedoman hidup manusia dan untuk memberikan solusi yang tegas terhadap berbagai persoalan kemanusiaan. Salah satu persoalan kemanusiaan yang perlu mendapat perhatian besar dari umat manusia adalah persoalan etika. Sebenarnya kritik terhadap sistim pendidikan nasional sudah mulai sayup-sayup terdengar sebelum terjadinya krisis multidimensional. Di katakana sayup-sayu karena ada kekhawatiran terhadap penguasa Orde baru yang alergi terhadap kritik.
Bagian inti
  1. Etika Sosial
Menurut Drs. O.P SIMORANGKIR Etika atau etik adalah sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati yang di bagi menjadi dua poin yaitu antara lain (1) Sopan santun yaitu sikap tingkah laku yang dinilai secara natural dari seorang individu. Sopan santun merupakan sebuah ideologi. Sopan santun adalah sikap seseorang terhadap apa yang ia lihat, ia rasakan, dan di dalam keadaan atau situasi apapun. Sikap santun yaitu baik,menghormati, dan taat terhadap peraturan yang ada. Sikap sopan santun ialah lebih menonjolkan kepribadian yang baik dan menghormati siapa saja. (2) Tata krama merupaka suatu kebiasaan yang lahir antara hubungan manusia. Kebiasaan ini muncul karena adanya aksi dan reaksi dalam realita pergaulan kehidupan sosial. Peran tata krama atau kebiasaan ini sangat membantu antara manusia dalan kehidupan bersosial di kalangan masyarakat, agar diterima di kelompok mayarakat tertentu.
Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang tidak bisa di pisahkan karena saling berkatan erat. Berarti adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan baik (kesusilaan) atau menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih lebihy kurang pengertiannya tetapi dalam keseharian terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk menilai perbuatan yang di lakukan sedangkan etika untuk mengkaji sistem nilai-nilai yang berlaku.
Etika secara umum dibagi menjadi dua antara lain : (1) Etika umum yaitu mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia mengambil tindakan atau keputusan secara etis. (2) Etika khusus yaitu penerapan prinsip-prinsip moral dasar daslam bidang kehidupan yang khusus.
  1. Moral
            Moral merupakan suatu hukum tinkah laku yang biasa di tertapkan setiap individu untuk bersosialisasi dengan msayarakat. Dengan adanya moral berfungsi sebagai alat yang dapat membuat setiap individu dapat bersosialisasi dengan masyarakat lain dan saling menghormati. Oleh sebab itu moral sudah mulai di tanamkan oleh orang tua sejak dini kepada lingkungan. Dengan begitu maka kita akan mempunhyai moral yang baik dan di terima dengan baik di masyarakat.
            Perilaku moral sendiri di kendalikan oleh konsep moral ataupun perilaku yang telah menjadi kebiasan bagi anggota di dalam suatu budaya. Moral juga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah di dalam perilaku manusia. Akan di anggap benar dan baik jika perilaku yang tercerim dari individu menunjukan standar di dalam kelompok atau masyarakat tersebut.
 Franz Magnis Suseno menguraikan moral adalah keseluruhan norma-norma nila-nilai seseorang atau sebuah masyarakat. Menurutnya, moral adalah sikap hati yang terungkap dalam perbuatan lahirlah (mengingat bahwa tindakan merupakan ungkapan sepenuhnya dari hati) moral terdapat apabila orang mengambil sikap yang baik karena ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya dan  bukan ia mencari keuntungan.
Menurut UU Sistem pendidikan nasional No 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengemabngkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat dan negara.
Sedangkan moral merupakan kondisi pikiran, perasaan ucapan, dan perilaku manusia terkait nilai-nilai baik dan buruk. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu. Tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Namun kehadiran era globalisasi perlahan megikis dan menghilangkan nilai-nili moral yang ada di setiap individu. Sebagai akibatnya, media seperti televise dapat dijadikan alat yang ampuh oleh sekelompok orang atau golongan untuk menanamkan atau sebaliknya, merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengatur pola pikir seseorang yang di lakukan oleh penguasa media tersebut.
 
Penutup
Kesimpulan/Saran
            Setelah penulis membaca dan mereviu kembali dalam baberapa jurnal tentang etika dan moral. Pada artikel ini penulis kembali menegaskan betapa pentingnya etika dan moral yang harus di tanamkan kepada setiap individu sehingga dapat bersosialisasi dalam kehidupan yang bermasyarakat.
            Tangtangan yang paling berat dalam kehidupan bermasyarakat adalah, dalam menghadapi era globalisasi. Dalam hal ini yang harus di pertanyakan bagaimana peran etika dan moral. Dalam menghadapi era globalisasi yang semakin hari semakin marak dan hampir mengikis nilai-nilai yang kebaikan yang telah tertanam dalam seorang individu. Hadirnya era globalisasi telah membuat manusia atau nkelompok masyarakat hampir tidak bisa lagi mengendalikan diri mereka dengan keadaan yang ada. Dapat dikatakan bahwa manusia telah terjebak dalam situasi dengan dunia yang serba modern, sehingga nilai-nilai etika dan moral semakin lemah dan perlahan menghilang dari setiap individu.
            Karena dampak yang ditimbulkan semakin banyak maka perlu adanya pendidikan karakter. Pendidikan yang dapat memberi sumbangsih terhadap setiap individu agar dapat melakukan tindakan yang baik dan benar menurut standar kehidupan bermasyarakat.oleh karena itu di harapkan setiap masyarakat maupun individu untuk lebih meningkatkan kulitas etika, moral, dan sikap agar bisa bersosialisasi dengan baik antara sesama maupun bermasyarakat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Daftar Rujuk
http://etikaprofeidanprotokoler.blogspot.com/2018/01/14/pengertian-etika.html
www.referensimakalah.com/2018/01/15/pengertian-moral-dan-moralitas.html
 
 

  • view 762