Kontroversi Pertengahan Februari

Marini Ramayanti
Karya Marini Ramayanti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Februari 2016
Kontroversi Pertengahan Februari

Catatan kali ini diawali dengan sebuah pertanyaan : apakah makna sesungguhnya dari hari yang bagi sebagian orang dianggap special dan karenanya dirayakan dengan segala "ritual"nya?
Sempat mencari kesana-sini tapi yang didapat adalah cerita dengan berbagai versi yang tidak jelas kebenarannya.

Jika hakikatnya saja belum jelas, mengapa perayaannya justru sebegitunya?
Bukan hanya heboh, pada beberapa remaja justru dirayakan dengan cara yang terlampau bebas, kalau tidak mau disebut bablas.


Di kota kecil tempat saya tinggal, pada februari tahun lalu, kesempatan ini dimanfaatkan oleh sebagian pelaku bisnis penginapan dengan strategi pemasaran yang memikat...potongan harga kamar penginapan sampai setengah harga untuk "pasangan kekasih", dan mirisnya iklan ini sempat terpajang manis di tepi jalan yang strategis, sebelum akhirnya diturunkan oleh petugas Satpol PP setempat.

Jika dalam perayaannya mengatas namakan cinta, lalu mengapa seringkali cara merayakannya bertentangan dengan perwujudan cinta (yang semestinya menjaga, menghormati dan bertanggung jawab), bahkan tak jarang bertentangan dengan etika dan norma agama?

Tidakkah kita menyimpan tanya? Ini ajang merayakan cinta atau merayakan nafsu yang bukan semestinya?


Patut direnungkan kembali bahwa "benar adalah benar walaupun hanya seorang saja yang mengikutinya, dan salah akan tetap salah walaupun begitu banyak orang menjadi pengikutnya".

Batu, 8 Februari 2016

  • view 170