Tentang Hijab

Marini Rama
Karya Marini Rama Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Maret 2016
Tentang Hijab

?

Catatan ini terinspirasi dari pernyataan seorang teman tentang alasan mengapa belum berhijab
Seorang teman ini berpendapat bahwa yang terpenting adalah hati, "yang penting hatinya dulu yang berjilbab", begitu katanya.
Saya jadi teringat dulu sewaktu masih ada di bangku kuliah, saya juga selalu punya alasan jika ditanya mengapa belum berhijab...
Sampai akhirnya saya seperti dihadapkan pada kondisi "terdesak", yang justru setelahnya sangat saya syukuri, karena dengan kondisi itu lantas pikiran saya terbuka untuk menerima aturan agama yang saya yakini.
Singkat cerita setelah lulus kuliah saya sempat bekerja di sebuah Bank swasta, yang tentu saja karena saya tidak berhijab, maka saya harus memakai seragam kerja dengan bawahan rok pendek, yang menjadi semakin pendek saat dipakai duduk. Saya merasa malu sekaligus risih karena sudah pasti dilihat oleh beberapa rekan kerja yang adalah laki-laki.
Dari sanalah penerimaan dan usaha untuk mencari pemahaman itu datang.
Lalu saya memutuskan untuk berhijab, awalnya ya...demi dibolehkan memakai seragam dengan rok panjang.
Selanjutnya, pandangan saya tentang "yang penting hijab hati dulu" mulai berubah, di dalil tentang hijab pun cukup jelas bahwa hijab adalah busana wajib bagi muslimah, tidak ada syarat "hijab hati dulu".
Kemudian muncul pertanyaan dalam benak saya, mengapa pada sebagian wanita sangat mudah untuk taat pada aturan baju seragam yang dibuat manusia (seragam kerja misalnya), tetapi untuk taat pada "seragam" wanita muslim terkesan banyak alasan yang diada-adakan?
Bukankah hijab itu sendiri selain sebagai identitas juga sebagai tabir yang melindungi? Yang kebaikan di dalamnya tentu saja untuk pemakainya itu sendiri.

Lalu bagaiman dengan "jilbab hati dulu", yang menjadi alasan paling "marak"...bukankah hati mudah berubah? terbolak-balik? Dan bagaimana pula cara untuk tahu kapan si hati ini dikatakan sudah berhijab?

Jika yang dimaksudkan adalah akhlak, tentunya hijab dan akhlak adalah hal yang berbeda, walaupun bisa saja berhubungan. Saya pribadi lebih suka memaknai hijab sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk terus memperbaiki akhlak, bukan mensyaratkan akhlak untuk berhijab, sebab jika demikian, entah kapan saya bisa atau mau berhijab...

Akhirnya, semoga pemahaman baik serta penerimaan yang ikhlas akan perintah-Nya membawa kebaikan yang lebih bagi kita

Dan semoga istiqomah

Aamiin

-Mey-

?

Batu, 10 Maret 2016

?

?

?

?

  • view 129