Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 22 Maret 2016   14:25 WIB
Mimpi Biru (tak selalu tentangku)

?

Di ruang itu aku ada
Dihadirkan olehmu disana
Datang dan tiba bersamamu
Duduk menunggu setengah membeku

Tak mengapa Raka...
Hanya terbilang helaan nafas mengeja
Untuk kemudian mencair bersahaja

Seorang hawa kau hadirkan
Dari ruang lebih dalam
Yang kau sebut mesra Ibunda
Aku bangkit tergerak hormat
Bersimbah hikmat
Tersenyum lekat
Kucium takzim telapak tangan penuh hangat


Ibunda...
Ijinkan aku memanggilnya sama sepertimu

Dari senyumnya, aku menemukan penghulu senyum milikmu
Dari binar tatapnya, aku mengerti teduh di matamu
Dari lapang samudera hatinya aku yakin,
aku telah lama hanyut dalam luas lautan kalbumu
Dan dari persenyawaan lembut
Yang entah mulai kapan larut
Membaur lebur di muara jiwa,
aku mulai memaknainya...
engkau menitip hati padaku
seperti juga ibundamu

Satu saja berbeda,

engkau masih menggenggam rapi senyum samarmu
Masih di kejauhan rindu

Tak mengapa Raka...
hanya menanti sementara,
sampai kau berbalik
Balas tersenyum padaku
Senyum tulusmu

20 Maret 2016

=====

Satu episode mimpi tak retak
Tak pelak terhenyak
Bagaimana bisa aku memimpikannya...
Tentang hawa yang kau sebut Ibunda,
aku tak pernah bersua
Ya...tak ada jumpa pun sekali saja

Aku menggigil
Kala terjaga ganjil

Ada getar asing
membahana laksana denting-denting

Sekali lagi kuresapi
Ibundamu telah lama berpulang kembali
Kepada Sang Pemilik Sejati

?

-mr-

?

?

Karya : Marini Ramayanti