naskah drama Maria Ose : Asal Usul Suku Langobelen

Maria Ose
Karya Maria Ose Kategori Lainnya
dipublikasikan 14 Januari 2018
naskah drama Maria Ose : Asal Usul Suku Langobelen

“ASAL-USUL SUKU LANGOBELEN”

                                                                               (Maria P. S Ose)

(Di suatu sore yang begitu tegang, seorang lelaki gagah berparas tampan rupawan duduk termenung sedang memikirkan nasip yang sedang terjadi terhadap dirinya dan masyarakat di Maluku saat itu.Sekian menit termenung Beke mendatangi masyarakat untuk meminta kesediaan masyarakat untuk pergi meninggalkan tana Maluku)

Beke                :Selamat sore saudara-saudariku hari ini saya berencana akan membawa kalian semua ke suatu tempat yang jauh.Walaupun jauh disana kita bisa mendapatkan kenyamanan yang lebih baik daripada disini. Bagaimana apakah kalian semua setujuh dengan rencana saya          ini?

Masyarakat I   :Ia kami setujuh dengan keputusan ini Beke. Kami siap berangkat.Ayo kita semua bergegas untuk mengemasi barang-barang bawaan kita.

(Masyrakat masing-masing mulai menyiapkna perlengkapan untuk perjalanan menujuh tempat yang telah di sepakati bersama )

Beke                 : Baiklah, saudara dan saudariku sebagai pemuda yang dipercayakan saya berjanjiakan membawa kalian ketempat yang lebih aman dari yang sekarang.

Masyarakat II  : Terima kasih Beke, kami semua percaya padamu.

Beke                : Baiklah, mari kita berangkat…!!!!

(Perjalanan yang ditemuh cukup jauh. Ganasnya arus gelombang membuatmasyarakat sempat merasa panik)

Beke                : Wahai saudara dan saudariku, hari sudah mulai larut malam. Gelombang kian menerpah dengan ganasnya.Alagkah baiknya marilah kita kita beristirahat sejenak dipesisir pantai itu. Saya yakin semua akan aman dan baik-baik saja disana.

Masyarakat III            : Beke, apakah kamu yakin disana kita akan aman dan baik-baik saja?

Beke                : Iya, Saya yakin kita pasti akan baik-baik saja disana.

Masyarakat II  : Baiklah. Kita tidak ada pilihan lain selain mengikuti semua yang dikatakan Beke. Hari sudah mulai malam, gelombang makin tinggi. Kita semua harus mengutamakan keselamatan kita.

(kapal perahu milik keturunan seran goran mulai menepih. Pesisir Pulau Kedang menjadi objek terakhir untuk beristirahat sejenak. Setelah sekian lama beristirahat masyarakat memutuskan untuk memulai lagi perjalanan mereka menujuhtempat tujuan mereka yaitu Lewokea Watan Wai Biko).

Beke                : Selamat siangsemua sudara-saudariku. Cuaca sudah semakin membaik.Alagkah baiknya kita kembali melanjutkan perjalanan kita menujuh tempat tujuan kita, sebelum keadaan kembali memburuk.

Masyarakat IV            : Maaf Beke. Sebagian dari kami merasa sudah beta berada di tempat ini.Olehnya kami memutuskan untuk tinggal disini.Kami merasa trauma dengan keadaan yang sempat kita lalaui ini.

Masyarakat III  : Baiklah jika itu kemauan kalian, silakan saja kami tidak memaksakan kalian untuk bersama-sama dengan kami berlayar lagi menujuh ke tempat yang sudah kita sepakati bersama.

Beke                : Iya, baiklah saudaraku. Jika kalian ingin tetap menetap disini apalah daya saya tak dapat menahan keinginan kalian. Silakan. Untuk saudara dan saudariku yang lain yangmasih dan mau melanjutkan perjalanan bersama denganku marikita berlayar menujuh tempat yang telah kita sepakati.

Masyarakat V  : Baiklah. Ayo kita berangkat.

Masyarakat IV            : Maafkan kami yang dapat bergabung bersama lagi. Semoga kalian selamat sampai ketempat tujuan.

Beke                : Baiklah saudaraku. Semoga kalian semua sehat dan kita dapat bertemu lagi.

(Perjalanan panjang ditempuh Beke dan Masyarakat lainnya. Kini saat-saat yang ditunggu pun datang. Masyarakat akhirnya sampai ketempat tujuan dengan selamat )

Beke                : Saudara-saudariku inilah tempat yang kita tujuh.Mari kita berlabuh dan mulai menyiapkan tempat untuk kita beristirahat.

Masyarakat II  : Baiklah saudaraku. Mari kita bergegas untuk membereskan barang-barang dan tempat untuk kita tempati.

Beke                : Sebentar saudara-saudariku. Sepertinya kita tidak sedang sendirian disini.Sepertinya ada orang lain berada di sekitar kita.

Masyarakat I   : Betul sekali saudaraku. Kita tidak sedang sendiri disisni.

Beke                : Tenanglah saudaraku saya akan mencari tahu keberadaan suara itu.

(Beke mencari asal muasal suara itu. Alhasil Beke menemukan asal dari suara itu ternyata adalah suku ladopurab dan lamataro yankni anak tanah yang sudah lama berada di Lewokea Watan Wai Biko ini)

Beke                : Saudara-saudariku ternyata mereka adalah anak tanah daerah ini. Mereka adalah suku ladopurab dan lamataro.Namun kita harus tetap berhati- hati karena mereka kini sedang dihadapkan pada sebuah persoalan yakni peperangan antara keturunan mereka yang di sebut Pajih dan ketrunan dari Demong.Karena memperebutkan tanah ini.

Masyarakat VI            : Baiklah saudaraku. Terima kasih karena kamu terus menerus menjadi penguat bagi kami semua Beke.

Beke                : Sama-samasaudaraku. Itu semua sudah menjadi tugasku sebagai Pemuda saudaraku. Karena yang mudah harus menjaga yang tua.

(Peperangan antara keturunan Pajih dan Demong terus saja berlanjut. Kematian merajalelah. Hingga keturunan laki-laki Pajih banyak yang meninggal. Akhirnya keturunan Pajih datang meminta bantuan Seran Goran).

Tua adat Pajih : Selamat siang Ama.

Beke                : Iya, saudara. Selamat siang. Mari masuk dan silakan duduk.

Tua adat Pajih : Terima kasih saudaraku.

Beke                : Baiklah Ama. Apakah ada yang dapat kami bantu sehingga di siang yang                        panas ini ama datang kehadapan kami.

Tua adat Pajih : Iya Ama. Ada sesuatu yang sangat penting, yang ingin saya sampaiakan.

Beke                : Silakan katakan saja Ama. Kalau kami bisa membantu kami akan lakukan                         Ama.

Tua adat Pajih : Jadi begini Ama. Sudah sejak lama ini kami keturunan Pajih sedang berperang dengan keturunan Demong karena masalah tanah yang sedang kita tempati ini.Mereka mengklaim bahwa tanah ini adalah milik mereka.Padahal nyatanya bahwa kamilah yang berada lebih dulu di tempat ini Ama.

Beke                : Jadi apa yang dapat kami lakukan Ama?

Tua adat Pajih : Kami memerlukan bala bantuan kalian Ama. Kami mohon kalian dapat bergabung bersama kami untuk melawan keturunan Demong agar ketentraman dan kedamaian di tanah ini dapat kembali harmonis Ama. Jika kalian dapat membantu kami mengalahkanketurunan Demong maka kami akan menganggkat kalian menjadi keturunan Raja atau Orang Besar di Daerah ini.

Beke                : Baiklah Ama. Kami siap membantu. Saya sendiri akan memipin saudaraku yang lainya untuk membantu Ama untuk mensejahterakan kembali tanah ini. Jadi kira-kira mulai kapan kita memulai perlawan ini Ama?

Tua adat Pajih : Kalau bisa kita bergerak secepatnya saja Ama. Besok kita bisa memulai perlawanan dengan keturunan Demong.

Beke                : Baiklah Ama. Besok kami akan mendatanggi Ama dan masyarakat lain agar kita bisa bersama-sama melumluhkan keturunan Demong ini Ama.

Tua adat Pajih : Oke Ama. Hanya itu yang mau kami sampaikan. Kami mohon pamit untuk mempersiapkan segalah sesuatu untuk besok Ama.

Beke                : Baiklah Ama. Sampai bertemu besok Ama.

(setelah tua adat pajih pulang keturunan seran goran melakukan perundingan agar besok mereka bisa memenangkan perperangan tersebut).

Beke                : Selamat malam saudara-saudariku. Tadi siang kita kedatangan Tua adat Pajih yakni anak tana tempat ini.Mereka meminta bantuan kepada kita untuk membantu mereka melawan keturunan Demong yang mangklaim bahwa tanah yang ada saat ini adalah milik mereka. Dengan perjanjian bahwa jika kita berhasil maka kita akan dianggkat menjadi keturunan Raja atau Orang Besar di daerah ini. Jadi apakah kalian semua sepakat kita membantu mereka?

Masyarakat III            : Kalau itu membuat keadaan ini menjadi lebih baik lagi mengapa tidak kita lakukan saja? Kami siap membantu.

Beke                : Baiklah jika kalian semua juga menyepakati maka mari kita berunding mengatur siasat agar besok kita dapat memenangkan peperangan ini.

(siasat telah disepakati bersama. Matahari mulai menyigsing di ufuk timur. Masyarakat seran goran dibawah pimpinan Beke mulai bergegas menujuh penginapan Pajih untuk bersama melakukan penyerangan terhadap Demong).

Beke                : Maju…….

Tua adat Pajih : Serang…….

(peperangan berlangsung hebat. Pertumpahan darah terjadi. Raja Demong yang pertama yakni Sadu Ruma Lipa Letu berhasil di bunuh oleh keturunan Seran Goran bersama Pajih).

Tuah adat Demong: Kurang ajar. Mereka telah melecehkan martabat kita. Raja kita dibunuh dengan sadis.kita semua harus membalas perlakuan mereka.Mari ikut denganku kita lakukan seremonian adat agar besok kita dapat mengalahkan mereka.

Pemuda demong: Baiklah mari kita melakukan seremonial dan kita rundingksn siasat agar besok kita dapat mengalahkan mereka. Nyawa harus dibalas dengan nyawa juga.Tanah ini harus menjadi milik kita seutuhnya.

(matahari kembali menari riah di ufuk timur. Peperangan kembali terjadi. Ketrununan Demong sudah dengan gagah bersiap melawan Pajih dengan bermodalkan Raja baru mereka yakni Ekan Watan Lolon yang merupakan adik kandung dari raja pertama. Peperangan terus saja berlanjut. Namun keturunan Demong lagi-lagi dikalakan oleh siasat dari seran goran dan Pajih. Raja mereka kini kembali terbunuh. Alhasil mereka menyerah dan kembali ke tempat asal mereka.)

Tua adat Demong: Baiklah kami menyerah. Kami akan kembali ke daerah kami. Kami tidak akan menganggu kehidupan di kaki gunung Ile Lewotolok ini lagi.

Pemuda Demong : Kami minta maaf. Kami akan perg jauh dari kaki gunung indah ini.

Beke                       : Terima kasih dan mohon maaf jika kami melakukan kesalahan.                                               

(Panggung kembali sepi. Beberapa saat kemudian suasana kembali damai. Keturunan Pajih mendatanggi kediaman Seran Goran dengan tujuan menepati janji mereka yang telah mereka sepakati bersama sebelumnya).

Tua adatPajih  : Selamat pagi Ama.

Beke                : Selamat pagi juga Ama. Mari masuk dan silakan duduk Ama.

Tua adat Pajih : Seperti yang sudah kami katakana sebelumnya dan yang sudah kita sepakati bersama, yakni jika kalian berhasil membantu kami maka kami akan mengangkat kalian menjadi orang besar atau keturunan raja. Maka pada kesempatan ini saya selaku Tua adat dari ketrurunan Pajih memberikan tahkta ini kepada kalian Turunan Seran Giran untuk menjadi keturunan Raja atau Orang Besar di derah ini Ama.

Beke                : Baiklah Ama. Terima kasih atas Tahta yang sudah diberikan ini. Kami akanmenjaga tanah ini dengan sebaik-baiknya agar kelak anak cucu dapat hidup dengan aman, tenang dan damai di Tanah ini Ama.

 

  • view 100