Putri Yang Terbuang

maria f s baghong
Karya maria f s baghong Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Januari 2018
Putri Yang Terbuang

Naskah Drama: Putri Yang Terbuang

NAMA: MARIA F.S BAGHONG

KELAS: B /VII

 

  

(Kulit punggung dan perut  putri Nggerang  yang berbentuk bulat seperti  ukuran bola mata sehingga ia memancarkan cahaya langit dan yang dapat dilihat oleh orang-orang di kampung Todo. Sultan Bima pun mengutus seorang abdi kerajaan bersama beberapa orang prajurit kerajaan ke Manggarai.)

Sultan bima    : Saya mengutus engkau untuk pergi melacak dimna letak cahaya tersebut.

Abdi kerajaan: Baik tuan,saya akan pergi meliat dimana letak cahaya itu berada.

 (Setelah dilacak dan yakin cahaya tersebut dimiliki oleh seorang putri cantik dan masih remaja bernama Nggérang yang tinggal di dusun Ndoso. Sultan Bima mempersiapkan diri untuk berangkat ke Manggarai untuk meminang putri Nggérang.)

Sultan bima   : Apakah kalian sudah menemukan letak cahaya itu berada?

Abdi kerajaan: Sudah tuan,kami sudah menemukan  letak cahaya itu berada.

Sultan bima     : Siapa pemiliknya cahaya itu?

Abdi kerajaan: Pemilik cahaya itu dimiliki oleh seorang putri cantik yang masih remaja tuan?

Sultan bima     : Siapa nama remaja itu?

Abdi kerajaan: Remaja itu bernama Nggerang tuan.

Sultan bima    : Dimana tempat tinggalnya Nggerang?

Abdi kerajaan  : Dia tinggal di dusun Ndoso tuan.

Sultan bima    : Baiklah,segera persiapkan semua keperluan saya,kita pergi  ke Manggarai saya ingin meminang putri Nggerang.

Abdi kerajaan: Baik tuan saya akan mempersiapkannya.

(Ketika Sultan Bima tiba di Ndoso, meskipun  masyarakat menerimanya dengan baik. Namun sangat disayangkan, ketika Sultan Bima menyampaikan isi hatinya untuk meminang putri Nggérang yang cantik dan masih remaja itu, Nggerang menolaknya tanpa syarat kemudian Raja Bima menjadi sakit hati dan dendam kepada Nggerang Lantaran Cintanya ditolak oleh Putri Nggerang tanpa syarat.)

 Sultan Bima   : Saya kesini untuk meinang putri Nggerang.

Nggerang        : Maaf tuan saya tidak bisa menerima lamaran anda.                                      

 Sultan Bima   : Bagaimana mungkin ia menolakku?

(Raja marah atas penolakan Ngerang. Masyarakat  memaksa putri Nggerang untuk menerima lamarannya Sultan Bima.)

Masyarakat      : Lebih baik kamu menerima lamarannya saja dari pada laut ini segera hilang dan kami tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya.

Nggerang        : Seperti apapun ancaman itu,saya tidak akan perna menerima lamarannya.

(Sultan Bima menyuruh orang tua Nggerang membunuh Putri Nggerang dan kulitnya dibuatkan genderang. Bagi Orang tua Nggerang meskipun permintaan Sultan Bima tersebut terasa sangat berat.Namun, karena ini permintaan Sultan Bima yang juga sebagai Raja yang berkuasa di daerah Manggarai ketika itu, maka orang tua putri Nggérang pun tidak bisa menolak.)

Sultan Bima    : Saya perintahkan kepada kalian untuk membunuh putri Nggerang dan kulitnya dibuatkan genderang.

Orang tua Nggerang: Baik tuan kami akan melaksanakan perintahnya tuan.

Sultan Bima    : Oke, sekarang kalian bisa pergi dari sini, Orang tua Nggerang: Baik tuan. 

(Karena terus-menerus dipaksa oleh Sultan Bima, akhirnya pada suatu hari orang tua Nggerang merayu anaknya.)

Ayah Nggerang: Nggerang, sini biar ayah mencari kutu dirambutmu.

Nggerang          :  Baik ayah.

Ayah Nggerang: Nggerang, kutumu besar sekali biar ayah ambil ya,ayah Nggerang mencabut Beberapa helai rambutnya dan disimpan dalam tabung kecil dan secara pelan-pelan ayah Nggerang telah membunuh anaknya tanpa memikirkan apa-apa lagi.

Ayah Nggerang: Apa yang sudah aku lakukan,aku sudah membunuh anak ku sendiri, aku

                            Sudah ditinggal oleh istriku ditambah lagi kehilangan anakku atas desakan

                             Raja Bima

(Sesungguhnya ada dua gendrang yang dihasilkan dari kulit tubuh Putri Nggerang; Satu yang dibuat dari kulit emas di punggung Nggerang dikirim ke Bima. Sementara satunya lagi yang  terbuat dari kulit perut disimpan di Ndoso.)

Ayah Nggerang: Akan kukirim satu yang dibuat dari kulit emas di punggung Nggerang untuk

                              dikirim ke Bima dan sementara satunya lagi yang terbuat dari kulit perut

                              akan aku simpan di Ndoso.

(Namun, selama beberapa hari setelah Nggerang meninggal, beberapa orang dari Todo dengan rombongan yang cukup banyak datang ke Ndoso untuk mengambil genderang tersebut dan membawahnya ke Todo Dengan akal licik dari orang-orang todo.)

Orang Todo     : Kami sarankan kepada orang-orang tua di Ndoso kulit lake Nggerang Jangan disimpan dalam rumah,kalau kulit ini disimpan dalam rumah maka akan membawa bencana bagi penghuninya bahkan seluruh kampung Ndoso.

 (cara mereka waktu itu membawa Tuak dan minum sebanyak mungkin supaya orang-orangtua di ndoso terhanyut dalam pesta dan mabuk ,dan sebelumnya telah diminta beberapa orang untuk memindahkan tempat penyimpanan kulit nggerang ke luar dari rumah yaitu di Liang gua.)

 

                                                                SELESAI

 

 

 

 

 

 

 

 

  • view 109