Aang

Man Suparman
Karya Man Suparman Kategori Inspiratif
dipublikasikan 15 Februari 2018
Aang

LELAKI itu, bernama Aang, kini usianya sekitar lima puluh tahunan, memiliki empat anak, dan enam cucu. Ia dikenal sebagai pengusaha yang bisa dibilang sukses di desanya sebagai pengusaha beras, dan memiliki penggilingan padi sendiri.

Sebelum jadi pengusaha sukses, ia juga dikenal sebagai orang baik, dermawan terhadap para tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Apalagi sekarang setelah usahanya semakin maju, ia semakin bertambah baik, bertambah dermawan terhadap siapapun.

Meskipun sudah kaya, Aang cukup sekali saja menunaikan ibadah haji dan umroh, tidak berulang-ulang seperti kebanyakan orang yang banyak uang. Aang lebih suka mendermakan keuntungan hasil usahanya untuk saudaranya, tetangga-tetangganya, dan siapa saja yang layak ditolong atau diberi bantuan.

Jika ada tetangganya yang tergolong tidak mampu menderita sakit, ia menolongnya membawanya ke dokter dengan kendaraan miliknya, sekaligus menanggung biaya perawatannya atau pengobatannya.

Begitu juga jika ada yang meninggal, meskipun tanpa diminta bantuan selalu memberikan biaya untuk kegiatan pemakaman tahlilan, dan ia tidak berharap uang untuk biaya tahlilan yang telah diberikannya untuk dikembalikan.

Siapa saja tetangganya yang kepepet dan  meminjam uang kepadanya selalu diberinya. Sekalipun tak mengembalikannya taka pa-apa. Aang, rela membantu memberikan pertolongan terhadap tetangganya.

Usaha Aang pun semakin hari semakin berkembang bertambah maju. Beras yang diproduksinya dipasarkan ke berbagai kota/daerah di Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Dia pun membangun dan memperbesar bangunan masjid, mendirikan majelis taklim, dan mendirikan madrsaha untuk anak-anak agar bisa sekolah agama.  Tenaga pengajarnya digaji oleh Aang, tidak meminta bantuan dari pemerintah atau dari siapa pun.

Perhatian, kasih sayang, dermawannya Aang terhadap keluarganya, para tetangganya, terutama sepulangnya menunaikan ibadah haji itu, apakah ini yang namanya disebut haji mabrur ? Aang telah menjadi sosok anal manusia yang memiliki kesalehan sosial yang sangat tinggi.

Andaikan semua orang yang telah berulang-ulang melaksanakan ibadah  haji dan umroh, memiliki kesalehan sosial seperti Aang yang hanya cukup sekali melaksanakan ibadah haji dan umoh. Boleh jadi, akan tercipta sebuah masyarakat yang sejahtera lahir bathin, berkat tumbuhnya kesalehan sosial ditengah-tengah masyarakat.

Barangkali !

  • view 40