Niat yang Kuat Mampu Berhenti Merokok

Man Suparman
Karya Man Suparman Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 15 Februari 2018
Niat yang Kuat Mampu Berhenti Merokok

BERHENTI merokok, rasanya sesuatu yang sulit bagi para perokok. Apalagi bagi perokok berat, jika dalam hitungan menit tidak merokok, serasa ada sesuatu yang hilang.

 Sebagai perokok berat (sebelum berhenti merokok sekitar delapan tahun yang lalu), dalam sehari hingga tengah malam, saya menghabiskan tiga atau empat bungkus rokok. Berhenti merokok hanya saat tidur saja, ketika bangun tidur, minum air putih atau air kopi, langsung merokok lagi.

 Sebagai perokok berat, kawan-kawan bilang saya ini seperti kereta api tempo doeloe yang menggunakan bahan bakar kayu atau batu bara. Julukan itu, diberikan karena dari mulut saya terus mengepulkan asap rokok. Hehee. Ya, itu dulu, delapan tahun yang lalu.

Sebagai perokok berat yang tidak tahu diri selalu merokok di sembarang tempat seperti di bis, angkutan umum/angkutan kota, dan kereta api, pernah merasa malu (diingatkan) oleh seseorang anggota TNI  secara santun dalam perjalanan kereta api dari Bandung menuju Solo.

Sekarang saya tidak merokok atau berhenti merokok tepatnya mulai tanggal 5 Januari 2011. Kenapa saya bisa berhenti merokok ? Alasannya sangat simple karena niat yang kuat, ingin sehat karena kata dokter baik langsung maupun tidak langsung memlalui literirsasi bacaan, merokok itu tidak sehat, banyak menimbulkan penyakit, buang-buang duit.

Dengan niat yang kuat dengan alasan-alasan seperti itu, saya berhasil berhenti merokok hingga tulisan ini dibuat (14 Februari 2018). Memang awal-awalnya terasa berat, ketika bekerja seperti menulis kadang-kadang kurang mood, tetapi makin lama makin biasa.

Selain itu, yang paling utama, setelah tidak merokok badan terasa sehat, ketika bangun  sebelum waktu waktu subuh tiba, nafas terasa lega, tenggorokan terasa ringan. Berat badan pun bertambah, selain banyak makan, ditambah jadi gemar ngemil.

Merokok memang sangat membahayakan bagi kesehatan diantaranya sebagaimana dikemukakan para dokter, ahli kesehatan dapat mengakibatkan penyakit jantung kanker dan lainnya. Merokok pun dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Pemerintah pun melarang merokok dengan membuat berbagai regulasi, mulai dari penayangan iklan di televisi hingga larangan meroko di tempat uumum. Bahkan dalam kemasan rokok pun diingatkan, bahwa Merokok Dapat Menyebabkan Kanker Serangan Jantung Impotensi Dan Gangguan Kehamilan Dan Janin atau Merokok Membunuhmu. Mengerikan !

Sayangnya larangan merokok dari pemerintah ini, terkesan setengah hati, kalau tidak seperempat hati. Secara ekstrim kalau memang tidak setengah hati tutup saja semua pabrik rokok. Tetapi di luar sana akan banyak anak manusia yang kehilangan pekerjaan sebagai buruh pabrik rokok, petani rokok dan lainnya.

Selain itu, dalam bisnis rokok banyak pihak yang diuntungkan, tidak sedikit dana yang mengalir kepada politisi, atau untuk even-even lainnya yang disponsori oleh rokok.

Persoalannya, tergantung kepada masyaakat perokok sendiri, jika ingin sehat berhenti merokok, dan menyadari bahwa merokok itu, tidak sehat, membahaykan. Apalagi konon perokok di Indonesia sebagian dari kalangan yang ekonominya rendah, namun  lebih mementingkan membeli rokok ketimbang  membeli makanan bergizi untuk keluarga dan anak-anaknya.

000

  • view 38