Di bawah langit

Amanda Larasati
Karya Amanda Larasati Kategori Motivasi
dipublikasikan 26 Maret 2016
Di bawah langit

Di bawah langit banyak orang yang jatuh; jatuh cinta ataupun benar benar jatuh. Keduanya, punya cerita berbeda, orang lain hanya bisa berkomentar. Entah komentar di depan atau malah di belakang. Entah komentar berisi atau kosong sama sekali.

Tentang jatuh cinta dan patah hati beberapa orang sepakat untuk menyembunyikannya rapat?2;. Menjalani hari dengan biasa, padahal dalam hatinya ia masih mengagumi orang itu, menyimpan gelisah apakah nanti dia yang akan datang ke rumah, bagaimana kalau ada orang lain datang sebelum dia? atau sebaliknya menyiapkan keberanian untuk mengetuk pintu orang yang menjadi tujuannya selama ini, bagaimana kalau bukan dirinya yang diharapkan kedatangannya ?

Ada orang orang yang tawanya lebih keras dari biasanya, bahkan menertawakan hal yang tak lucu hanya untuk menyatakan pada dirinya sendiri bahwa ia masih bahagia. Walau dipatahkan harapannya, ia masih bisa tersenyum dan tertawa, mungkin itu yang ada dalam pikirannya. Sebaliknya, orang yang membuat patah seringkali tidak merasa berbuat apa-apa. Tak menginginkan bukti bahwa orang yang sengaja atau tidak dibuatnya patah itu sekarang bahagia atau tidak. sepenuhnya melupakan.

Orang lain hanya melihat dari luar, kita yang terlalu amat tahu apa ingin kita, mimpi, juga ketakutan. Berbahagialah atas caramu sendiri. Bahagia untuk dirimu dan bukan karena orang lain. Standar bahagia sekarang maknanya terlalu kabur. Semua yang diperlihatkan dunia maya, terlalu omong kosong.

Mari berani buat keputusan, untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain. Mari berani buat keputusan, karena diri sendiri dan bukan karena orang lain. HEY, ini hidupmu! Bukan hidup orang lain. Bahagialah.

?

  • view 159

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    bahagia adalah urusan diri sendiri.
    kalo gak salah Tere Liye pernah menganalogikan dengan (maaf) celana dalam, yang memang hanya si pemakainya snediri yang tahu.
    karena bahagia itu bersumber dari dalam, yang kemudian terpancar ke luar.

    *maaf komen ngawur