Diskusi Bersama The Young Muslim Enterpreneur

Mamnuah Mamnuah
Karya Mamnuah Mamnuah Kategori Tokoh
dipublikasikan 13 Juli 2016
Diskusi Bersama The Young Muslim Enterpreneur

                                      Bismillahirrahmanirrahim
      Aku berlindung kepada Allah dari kedengkian syaithan dan kesombongan iblis,Alhamdulillah Allah telah membuka mata saya,pikiran ,jiwa dan hati saya sehingga saya bisa meluangkan beberapa waktu saya yang sedikit ini untuk bisa berbagi sedikit ilmu dari pengalaman yang insya Allah bermanfaat.
Sholawat dan salam kita haturkan kepada baginda Rasulullah SAW sebagai panutan kita karena selain seorang Rasul beliau juga merupakan insan yang cerdik dalam menyusun marketing dalam berdagang.
      Minggu lalu tepatnya tanggal 10 juli 2016 di Labuhan Sreseh Sampang,saya menemui the young muslim enterprenuer beliau dikenal dengan sebutan Fauzil Ashghariansyah yang merupakan mahasiswa alumni PENS dan tujuan dari pertemuan kami tiada lain iyalah berdiskusi-sharing ilmu .Sebelumnya saya sedikit akan curhat bagaimana perjuangan saya sebelum pada akhirnya saya bisa bertemu dengan beliau,jumat lalu saya menghubungi beliau lewat via whatssup serta menanyakan waktu luang beliau untuk bisa saya temui besok paginya demi suatu tujuan menimba ilmu kepadanya.Alhamdulillah respon beliau begitu baik dengan kesibukannya yang cukup padat saat itu beliau masih menyempatkan waktunya untuk diajak berdiskusi “waktu saya cukup banyak bagi pemuda-pemuda yang ingin membangun daerahnya”tanggapnya.Besok paginya saya menunggu kedatangan teman-teman saya dengan tujuan yang sama ke rumah mas Fauzil,namun seakan waktu terbuang percuma disaat sudah berjam-jam menunggu di halte Torjun ternyata tujuan kami untuk kesana dibatalkan hal itu dikarenakan dari teman-teman secara mendadak banyak tidak bisa.lalu pulanglah saya dengan tangan hampa,namun saya masih belum menyerah walaupun waktu saya tinggal satu hari karena di hari senin beliau harus balik ke Jakarta,saya mencoba menghubungi beliau kembali supaya diberikan kesempatan lagi untuk bertemu denganya di besok paginya,lagi-lagi saya beruntung,Alhamdulillah beliau menyanggupinya .Kemudian saya chatt satu persatu teman wanita saya untuk diajak bersama ke rumah beliau,namun tidak satupun yang bisa ya begitulah nasib diriku yang tidak bisa mengendarai sepeda motor kemana-mana harus nebeng,hehe.Pertanyaannya, kenapa tidak meminta tebengan kepada teman lelaki ?simple sekali jawabnnya yaitu maut,ya ajal siapa yang tahu melainkan Allah mungkin saja diperjalanan saya kecelakaan dan nyawa saya tidak tertolong lagi sedangkan saat itu saya sedang boncengan dengan orang yang bukan mahramnya,bukankah hal itu berarti nyawa saya dicabut disaat saya bermaksiat?Na’udzubillah,ini peringatan bagi saya dan bagi kita semua.Oleh karenanya tidak lagi yang bisa saya ajak menemani saya,sayapun meminta saran dari orang tua.Entahlah,saat itu justru Ayah saya yang bersedia mengantarkan saya itulah orang tua tanpa memikirkan dirinya sendiri yang sudah begitu kaku raganya,sedikit berkurang penglihatannya namun masih sanggup melakukan semuanya demi kebahagiaan anaknya dimasa depan.Cobaan tidak berhenti disitu,saat itu mas Fauzil meminta saya supaya menemuinya diwaktu sore karena pagi-siang itu beliau masih ada kesibukan tersendiri,permasalahannya iyalah ayah saya tidak bisa bepergian malam-malam dikarenakan penglihatannya sudah sedikit berkurang namun saya heran kenapa Ayah tidak mempedulikan itu,pikiran saya berkecamuk saat itu”apakah ini keegoisan saya atau justru ayah saya yang terlalu bersemangat? ”.Berangkatlah saya dengan penuh kekhawatiran,teringat ibu yang berpesan untuk membaca sholawat selama diperjalanan,di jalan dengan Ayah yang sudah cukup tua untuk mengendarai sepeda motor sayapun seakan bertarung dengan kematian ,teringat paman yang pernah bilang “saat orang dicabut nyawanya ketika dia hendak berjalan menuntut ilmu saat itu dia mati dalam keadaan syahid” sayapun mencoba tenang.Di perjalanan saya terkejut bertemu dengan seoarang wanita yang satu kampung dengan saya namun orang tsb sudah tidak waras ,melihat dia Ayah sayapun berhenti padahal saat itu kami sedang terburu-buru dan menanyakan hendak mau kemana dirinya karena khawatir dirinya sedang tersesat namun orang itu tidak menjawab satu patah katapun walaupun ditanyakan berkali-kali ,dengan rasa kekhawatiran kamipun terpaksa meninggalkan dirinya dengan memberikan beberapa lembar uang agar bisa digunakan untuk keperluannya,saya tertegun dan tersentuh dengan sikap Ayah,padahal orang tsb sudah tidak waras lagi namun masih mengurusinya seandainya orang-orang lainpun tahu mungkin saja masa bodoh terhadap orang yang tidak waras tadi.Alhamdulillah sampailah kami di rumah mas Fauzil hampir 3/2 jam perjalanan kami dan rupanya beliau masih cukup sibuk dengan pekerjaannya dan lagi-lagi saya merasa sungkan terhadap beliau karena masih bersedia melayani kami dan meninggalkan pekerjaannya,okay lanjut yaa ..maaf curhatnya kepanjangan ternyata,hehe.Semoga bisa mengambil yang baik ?,,Setelah kami basa-basi sebentar,lalu mulailah kami berdiskusi.
        Me : Saat mas Fauzil masih menjadi mahasiswa ,mas Fauzil ini pernah mengikuti ajang kompetisi PMW di tahun 2012 ,apa yang melatarbelakangi mas Fauzil mengikuti PMW tsb apakah sebelumnya memang pernah berkeinginan menjadi pengusaha ?
       FA : Saat kita mau bikin usaha atau sejenisnya seperti ajang komperisi kewirausahaan .Pertama,kita harus memperhatikan lingkungan sekitar .jadi kita harus tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang perlu dikembangkan lagi saat ini oleh lingkungan kita.yang kedua ,kita harus memastikan bahwa apa yang akan kita lakukan atau apa yang kita inovasikan harus berdampak sosial.Oleh karenanya saat ajang kompetisi PMW saya dan teman-teman tim saya memilih usaha “kerupuk” yang kami namakan”kerupuk cinta” hal ini dilatarbelakangi dimana kerupuk merupakan hasil olahan laut dan saya sendiri berasal dari daerah pesisir dan banyak sekali ikan-ikan yang terbuang dengan percuma dan saya mengajak ibu-ibu dikampung untuk membuat suatu usaha kelompok produksi kerupuk cinta ini dan harapannya melalui usaha ini dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat disini serta dapat menurunkan angka pengangguran.
        Me : Lalu,apa yang membuat tim mas Fauzil meraih juara nasional di PMW 2012 dan apa yang membedakan kerupuk yang diproduksi UMKM di desa mas Fauzil dengan kerupuk yang lain sehingga bisa lebih laku dipasaran ?
       FA : jadi,inovasi serta kreativitas itu penting .Kita harus membuat inovasi yang berbeda supaya apa yang kita buat bisa mempunya nilai jual yang tinggi boleh berinovasi dari sistemnya atau teknologinya atau dari yang lainnya.Oleh karena itu kita sebagai calon engineering sangat perlu menguasai teknologi.Ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan saat mau merintis usaha diantaranya seperti “modal” saya mau menekankan bahwa modal disini tidak melulu berupa “uang” tapi diri kita ,kesiapan kita,niat kita serta ide-ide atau inovasi yang kita persiapkan sebelumnya itu merupakan modal terpenting dalam membangun sebuah usaha,kemudian “SDA “ketika modal sudah kita penuhi kita perlu memperhatikan SDA atau keadaan lingkungan sasaran kita jika memungkinkan maka lanjutkan kemudian “SDM” ketika modal kita punya,SDA juga mendukung namun tidak ada atau minimnya SDM yang akan membantu mengembangkan usaha kita maka besar kemungkinan usaha kita akan gagal,selanjutnya “Pemasaran atau Marketing” nah disinilah kita diuji bagaimana pintar-pintarnya kita berinovasi atau berkreativitas sehingga kita bisa mencari ,mendapatkan ,mempertahankan dan memperbanyak konsumen serta menguasai pasar salah satu contoh marketing iyalah bisa melalui brand atau kemasan dan biasanya perusahaan besar bisa memperoleh untung yang besar dikarenakan bidang marketingnya yang baik dan yang terakhir iyalah “Sosial” kita jangan sekali-kali beranggapan bahwa usaha yang kita bangun hanya untuk mengais keuntungan pribadi akan tetapi tujuan utama dari itu semua iyalah bisa berdampak sosial seperti yang saya sebutkan sebelumnya salah satunya bisa menurunkan angka pengangguran.Jadi,bisa kita analogikan inputnya itu iyalah modal,SDA,SDM sedangkan prosesnya sendiri iyalah marketing atau cara pemasarannya dan outputnya iyalah sosial.Nah,apa yang membuat tim saya juara nasional di PMW 2012 dan apa yang membedakan kerupuk kami dengan kerupuk yang lain?jawabannya ya tadi ,tidak ada bedanya kerupuk cinta dengan kerupuk yang lain ya hampir sama lah hanya saja di kemasannya atau brand karena kerupuk diluar sana kemasannya hanya polosan,itu sebabnya Alhamdulillah kerupuk cinta ini mempunyai nilai jual yang tinggi dipasaran oleh karena itu marketing disini sangat penting sekali bagi seorang pengusaha.Selain itu dari segi tujuan ,tujuan saya dan tim saya ini mengikuti pmw dan merintis usaha ini iyalah nantinya bisa berdampak sosial.
        Me : bagaimana saran dari mas Fauzil bagi pemula yang ingin merintis usaha namun bingung mau mulai dari mana dan harus bagaimana ?
      FA : pertama,kita harus tahu dulu passion kita dimana setelah itu mulailah mencoba .
      Me : Bagaimana kalau misal kita masih belum tahu passion kita seperti apa ?
       FA :hmm..Saya rasa cukup telat ya jika kamu bilang begitu,soalnya begini ketika masih SD-SMP itu kita masih berada ditahap anak-anak ya masih suka bermain-main,kemudian ketika sudah SMA itu kita sudah memasuki tahap pencarian jati diri ya seperti bergejolaknya rasa suka terhadap lawan jenis dan kita bisa menemukan passion kita dimasa ini,kemudian ketika kita sudah memasuki usia 20th kita sudah memasuki tahap mencoba-coba dimasa ini kita akan dituntut mencoba segala hal tanpa mempertimbangkan segala konsekuensinya.Dulu ketika saya masih duduk dibangku SMA tepatnya di SMAN 1 Sampang, saya pernah jualan jam tangan,jam tangan tersebut biasa saya beli di Pasar Maling Surabaya dengan harga 20ribuan kemudian saya menjualnya kembali ke teman-teman SMA saya dengan harga 50ribuan ya saya bisa memperoleh keuntungan yang cukup lumayan besar karena berhubung teman-teman saya tersebut sangat jarang ke Surabaya sedangkan saat itu lagi trendnya jam tangan untuk usia remaja SMA itulah salah satu trik saya ,selain itu saya pernah jualan semasa saya kuliah.Nah,jadi bagi seorang pengusaha strategi itu penting.Selain itu saya juga pernah mencoba menjadi guru les privat namun tidak lama kemudian saya berhenti karena saya merasa passion saya bukan disitu.Jadi, ya yaitu tadi kamu cari tahu dulu passion kamu dimana setelah itu mulailah mencoba.
      Me : Bagi seorang pemula yang ingin membuka usaha namun takut bila nantinya akan gagal atau rugi,bagaimana menyikapi itu ?
      FA : Saya mau menekankan bahwa rugi disini bukan melulu berupa “uang atau material” ,kalau sudah mencoba namun gagal hal itu bukanlah suatu kerugian walaupun memang dari segi material terkesan rugi,jadi kegagalan yang kita terima itu merupakan keuntungan yang tidak bisa ditukar dengan apapun,keuntungan disini yang dimaksud iyalah “pengalaman”.Ingat,pengalaman disini sangat penting dan perlu sekali bagi calon pengusaha sukses karena dari pengalaman kita akan semakin belajar menjadi lebih baik dan berusaha untuk tidak jatuh pada lubang sama.
       Me : mas Fauzil tentunya sudah pernah mengalami kegagalan atau jatuh dari usaha yang telah dibangun sebelumnya ,bagaimana cara mas Fauzil bisa bangkit dan apa motivasi mas Fauzil ?
        FA : iya,bukan hanya saya tapi setiap orang sudah pasti mengalami yang namanya kegagalan namun grafiknya saja yang berbeda ada mungkin yang grafiknya turun sedikit kemudian naik secara drastis,ada mungkin grafiknya naik lalu turun secara drastis namun disaat saya jatuh saya selalu meyakini bahwa “setiap kesulitan pasti ada kemudahan” dan janji Allah itu pasti.Lalu,apa yang melatarbelakangi sehingga kemudahan itu bisa kita temukan yaitu dari niat kita ,komitmen kita.Sekarang saya tanya,kenapa kamu sekarang bisa kuliah ?karena ketika kamu SMA sudah ada ”niatan mau kuliah” ,benar begitu bukan ?dan ketika di SMA kamu selalu dihadapi seperti ujian-ujian semester dan kamu bisa melewati itu karena apa ?karena pasti “Niat “kamu sebelumnya,benar kan?.Lalu,ingat ketika kamu jatuh atau gagal ,kamu harus lihat orang-orang disekitarmu .Seperti,keluargamu,sahabatmu terlebih orang tuamu mereka itulah yang pastinya akan selalu ada disampingmu dan akan memacu motivasimu.
       Me : Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah disebutkan sebelumnya,ternyata mas Fauzil ini dari SMA bahkan sampai kuliahpun sudah mempunyai jiwa enterpreneur.Apakah tidak takut sebelumnya akademiknya akan turun?Lalu,bagaimana cara kita bisa menyeimbangkan antara akademik dan usaha kita terlebih jika kita mengikuti organisasi ?
       FA :oh iya ,memang kita pasti akan berkecimpung dengan yang namanya organisasi terlebih itu sebagai mahasiswa.Dulu ketika saya masih kuliah ,setiap hari saya membuat rundown kegiatan yang akan saya lakukan dihari itu,misal jam sekian sampai sekian saya harus menemui teman,ketika kegiatan itu sudah terlaksana barulah saya coret dan subuhnya saya buat lagi rundown kegiatan yang saya tulis di kertas dan menaruhnya di kantong pakaian begitu seterusnya berulang setiap hari.ya begitulah,kita harus pintar-pintar mengatur jadwal kegiatan kita sehingga kita bisa membedakan mana yang perlu diprioritaskan dan mana yang mendesak...
Ok,sekian ya.
       Karena diskusi kami terbatasi oleh waktu sehingga kamipun mengakhiri diskusi tsb mengingat matahari sudah mau tenggelam pula,sebelumnya beliau sempat memperlihatkan saya sebuah gambar berupa alat atau teknologi yang telah beliau rancang dan alat tersebut dinamakan alat pengering kerupuk yaitu alat yang dapat meningkatkan jumlah produksi kerupuk ketika cuaca tidak mendukung.Teknologi dan usaha yang dikembangkan beliau banyak diapreasiasi oleh pemerintah setempat bahkan telah mendapatkan penghargaan dari pemprov karena telah banyak membantu mengangkat perekonomian masyarakat disana.
       Hari itu merupakan hari yang melelahkan bagi saya khususnya Ayah saya namun penuh hikmah dan kebermanfaatan yang luar biasa dan perjuangan yang telah kami lewati sudah terbayarkan oleh ilmu serta pengalaman beliau yang telah beliau bagikan,harapan beliau nantinya banyak pemuda yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi bisa membangun daerahnya sendiri untuk memakmurkan yang tertindas dan menghancurkan penindasan.Oleh karenanya saya tidak ingin ilmu ini hanya berhenti di saya karena jika ada sepuluh orang yang membaca tulisan ini dan segera bertindak maka ada sepuluh daerah yang sedang dibangun dan jika semua daerah telah terbangun maka indonesia akan makmur.Ada pesan dari beliau untuk kita semua.

         “Ingat,Kita Hidup itu Harus Berdampak Sosial” -Fauzil Ashghariansyah-

  • view 241