Mari Memulai dengan Bersyukur!

Makhmud Kuncahyo Pemimpin Muda
Karya Makhmud Kuncahyo Pemimpin Muda Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 01 Februari 2016
Mari Memulai dengan Bersyukur!

kunci dari segala kebahagiaan adalah bersyukur. Jika banyak ia bersyukur, jika sedikit ia juga bersyukur. Sehingga tak ada celah bagi kesedihan.

?_Anonim

?

Jangan pernah berpikir bahwa kita tak punya apa-apa, nafas ini, kedua bola mata, tangan, kaki dan fisik serta akal yang sempurna ini, pakaian yang kita pakai hari ini, orangtua yang terus menyayangi kita hingga hari ini, sahabat-sahabat kita yang membersamai kita, dan berjuta kenikmatan yang masih Allah limpahkan untuk kita hingga hari ini yang bisa jadi tidak semua orang memilikinya. Bersyukur dengan segala yang telah Allah berikan kepada kita akan menjadikan kita pribadi yang bersemangat dan optimis dalam menjalani kehidupan. Orang yang tak pernah bersyukur hidupnya selalu gelisah, tidak pernah merasa cukup, merasa kekurangan terus menerus dan takkan pernah mampu menikmati dan merasakan betapa indahnya kehidupan ini. Mereka takkan pernah menemukan kebahagiaan karena sibuk memikirkan apa yang belum mereka miliki dan tak pernah berusaha mensyukuri apa yang mereka dapatkan hari ini.

Sahabat semuanya, saya yakin kita semua jauh lebih beruntung dari pada saudara-saudara kita yang lain diluar sana. Masih banyak saudara kita yang menginginkan kenikmatan sebagaimana yang kita miliki saat ini. Mereka menginginkan bisa sekolah dan kuliah seperti kita namun mereka tak punya biaya, mereka menginginkan makan-makanan yang enak setiap harinya namun mereka tak bisa karena untuk beli beras saja susah, mereka menginginkan bisa menikmati pemandangan berupa keindahan alam namun mereka tak bisa karena mereka diberikan kekurangan penglihatan.

Apakah mereka yang kekurangan, menjadi pribadi yang tak pernah bersyukur dan selalu menyalahkan Allah atas kondisi yang mereka alami? ?Sama sekali tidak, justru banyak diantara saudara-saudara kita diluar sana yang tetap bersyukur dan bersemangat meskipun mereka memiliki kekurangan. Disaat mereka sangat layak untuk pesimis dan menyerah dengan kekurangan yang mereka alami, justru yang terjadi adalah sebaliknya, mereka bertahan bahkan bangkit menjadi pribadi yang sangat bersyukur dan menjadi luar biasa.

Nicholas James Vujicic (Lahir 4 Desember 1982) sejak lahir mengidap menyakit tetra-amelia syndrome, gangguan langka yang ditandai dengan tidak adanya keempat anggota badan. Ia tidak memiliki tangan dan kaki. Ia berusaha berjuang untuk berdamai dengan cacat dan kekurangan yang dia miliki. Pada usia tujuh belas tahun, Ia telah menjadi seorang motivator muda yang luar biasa. Vujicic menyajikan pidato motivasi di seluruh dunia, lebih dari 30.000 undangan untuk menjadi pembicara dan sekarang menjadi motivator no.3 paling berpengaruh di dunia.

Mu?adz namanya, seorang anak kecil keturunan Mesir yang lahir dalam keadaan kurang beruntung layaknya manusia normal lainnya. Ia lahir dalam kondisi tidak dapat melihat (buta). Namun, Mu?adz tidak membatasi dirinya untuk belajar. Ia meminta kepada kedua orangtuanya untuk dibawa ke seorang Syekh untuk diajari menghafal Al Qur?an, kedua orangtuanya sempat terkejut. Namun, karena keinginan Mu?adz yang begitu besar akhirnya orangtuanya membawanya ke Syaikh tersebut untuk diajari membaca Al Qur?an. Subhanallah meski kondisinya buta ternyata Mu?adz telah berhasil menghafalkan Al-Qur?an lengkap 30 juz. Sejak awal ia melakukannya (menghafal) dengan penuh kesabaran, dan didorong oleh motivasi yang tinggi. Hingga pada usianya yang ke-11 tahun ia berhasil menghatamkan hafalan Al-Qur?an. Hal luar biasa yang tidak semua orang dapat melakukannya, oleh manusia normal sekalipun.

Mereka begitu luar biasa, tidak menyerah dengan keterbatasan namun justru tumbuh menjadi orang-orang luar biasa dengan prestasi dan kesuksesn luar biasa. Bagaimanakah dengan kita yang diberikan kelebihan oleh Allah dibandingkan mereka? Sudahkah kita bersyukur? Sudahkah kita optimis dalam hidup? Sudahkah kita menorehkan prestasi yang bermakna?

Jadi STOP! mari berhentilah berpikir kita tak punya apa-apa, bersyukurlah dengan apa yang Allah berikan untuk kita, jangan menunggu sukses baru bersyukur. Jangan sampai kenikmatan yang kita miliki dicabut oleh Allah karena kita yang tak pandai bersyukur. Bersyukurlah dari sekarang, dengan begitu hati akan menjadi tenang dan niscaya Allah kan melipatgandakan nikmat kita. Kita akan menjadi pribadi sukses manakala kita mampu bersyukur atas segala sesuatu yang kita miliki saat ini sekecil apapun itu. Insya Allah.

?

  • view 183