Tulisan Pertama

Mohammad Syukron Ramdhani
Karya Mohammad Syukron Ramdhani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Juni 2016
Tulisan Pertama

Tulisan ini adalah tulisan pertama saya di sini. Sudah lama saya ingin memulai kembali menulis, namun rasa malas sungguh sulit dikalahkan akhir-akhir ini. Hingga suatu hari saya melihat postingan bang Fahd di Facebook (kebetulan kami berteman) mengenai inspirasi.co yang cukup memberi saya kekuatan untuk mencoba melawan rasa malas saya.

All beginning is always difficult, juga untuk memulai menulis kembali. Saya teringat pernah menulis suatu artikel di Facebook, dan saya putuskan untuk menuliskannya kembali dengan bahasa yang lebih 'normal' (harap maklum, dulu saya menulis dengan gaya anak 'alay'). Semoga gaya tulisan saya kali ini lebih baik dan dapat dipahami pembaca.

Hingga saat ini, setidaknya dua hal ini merangkum betapa beruntungnya saya; SMART Ekselensia, AFS. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, hidup saya begitu berwarna dengan dua check point ini.

SMART Ekselensia Indonesia, sekolah ini merupakan salah satu program beasiswa pendidikan dari lembaga zakat Dompet Dhuafa Republika. Kami menyelesaikan pendidikan di sekolah berasrama ini selama 5 tahun untuk tingkat SMP dan SMA. Perjuangan selama 5 taun itu tidak sebentar, dengan jarak yang jauh dari keluarga dan hanya pulang satu tahun sekali (itupun bukan lebaran) tentu jadi tantangan tersendiri untuk anak yang baru saja lulus SD. Saya sempat stres, bulan pertama, tidak pernah tidak menangis, tahun pertama minta pindah sekolah. Dengan nilai yang selalu pas-pasan bahkan kurang, tentu membuat tambah stres. Tak pernah terbayang bisa menyelesaikan 5 tahun pendidikan di sana, bersama teman angkatan pertama, EXPERT (Ekselensia Pertama), yang di awal terdiri atas 35 anak menjadi 26 anak saja di akhir karena beberapa teman kami tak dapat menyelesaikannya. Saya yang gini-gini aja, bisa dibilang 'papan bawah', sering membuat kasus, remedial dan banyak protes, tapi ternyata saya bisa lulus. Sama sekali tak disangka. Padahal selama di sana saya sering merasa takut terkena drop out. Hidup di asrama memang susah susah gampang, terlebih dengan kondisi dan aturan sedemikian rupa, pulang setaun sekali, jauh dari keluarga, dan ..... laki-laki semua. Pahit haha. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran yang saya dapat dari SMART, ya walaupun lumayan banyak juga pahitnya, tapi di sanalah kehidupan saya dimulai, di sanalah dimulainya perjuangan. 

Hingga pada satu waktu di tahun 2007, saya diantar untuk ikut seleksi sebuah program pertukaran pelajar, AFS !

AFS: Ini dia! Setelah saya berhasil menyelesaikan perjuangan pertama di SMART, saya tak pernah mengira sama sekali akan ikut program ini. Bahkan saya tak pernah tahu ada program ini.

Pesimis. Mulai dari tes pertama di Universitas Pakuan Bogor, seleksi akademis, saya sudah tidak yakin karena saya mawas diri dengan kondisi akademis gue di SMART. Tapi Allah yang terlalu baik, saya berhasil lolos sampai akhirnya saya bisa berangkat dan tinggal di Belgia selama satu tahun. Sebagai angkatan pertama di SMART, tentu ini punya sensasi tersendiri. Saya adalah satu-satunya yang berangkat dari tiga kandidat dari sekolah saya yang mencapai proses seleksi akhir nasional. Alhamdulillah, walaupun di sisi lain saya juga menjadi satu-satunya anak yang tidak kuliah di tahun 2009. Bahkan pada akhirnya saya baru bisa kuliah pada tahun 2011 karena pada saat saya kembali ke Indonesia tahun 2010 seluruh jalur pendaftaran seleksi masuk Universitas Indonesia (universitas impian saya) sudah ditutup semua.
Tapi semua itu terbayar lunas! Pengalaman hidup selama satu tahun menjadi exchange student di Eropa, takkan saya dapat sekalipun saya kuliah dan lulus dengan nilai cumlaude. Lebih penting lagi, teman-teman AFS 52. Walaupun saya tidak mengenal semua, hanya kenal dekat dengan beberapa orang aja, mereka adalah orang-orang luar biasa jilid dua yang ada di hidup saya. Mengenal mereka adalah salah satu modal berharga bagi saya untuk masa depan. Setelah sebelumnya para pejantan tangguh EXPERT, teman-teman AFS ini juga  datang dari seluruh penjuru Indonesia, mereka yang berasal dari suku berbeda, luar biasa! Saya tak pernah mengira hidup saya bisa diisi orang orang luar biasa seperti mereka, meski saya jadi merasa orang yang paling biasa diantara 145 orang luar biasa itu. They made my life.

Ada beberapa kesamaan dari dua unsur luar biasa di atas (SMART & AFS); Pertama, mereka semua berasal dari berbagai tempat di Indonesia, that's quite something. Saudara saya ada dimana mana! 
Kedua, kedua program ini harus melalui rangkaian tes terlebih dahulu, yang sebenanya sangat mirip, ada tes akademis, psikologi, berkas, bahkan orientasi selama satu minggu. Ada satu hal unik pada proses pendaftarannya, baik SMART maupun AFS, saya daftar di hari akhir batas pendaftaran dan ditemani seorang wanita. Entah kebetulan atau tidak, saya tak mengerti kenapa bisa sama seperti ini. Masuk  SMART, saya daftar di hari terakhir batas pendaftaran. Jauh dari Kuningan, bersama ibu, pergi ke jakarta, itu pertama kali saya ke jakarta (2004). Dan AFS, sama, daftar di hari terakhir batas pendaftaran, ditemani ibu kepala sekolah, dan hasilnya, sama juga! Satu hal yang akhirnya benar-benar saya percaya, bahwa hidup itu berputar, sejarah akan terulang.

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan apa yang saya miliki saat ini.

fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadzibaan.