Darah Kemarin

Mahmudiah
Karya Mahmudiah   Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Desember 2017
Darah Kemarin

Darah Kemarin

Kemarin, saat kaki berlari menembus hujan
Tanpa peduli seberapa banyak mata memandang
Langit terlihat kosong tanpa awan
Semua kelam, yang tertinggal hanya bayang

Kemarin, saat darah mengalir deras
Gemuruh angin masih jelas membawa serpihan daun yang gugur
Aku terhenti seketika, hujan semakin deras
Menghanyutkan apa saja, terlihat rakus

Kemarin, saat semua baik-baik saja
Suatu ketika dia pergi dengan sengaja
Meninggalkan rasa sakit yang berkepanjangan
Aku bersimpuh darah menahan sakit yang akan selalu menjadi kenangan

Darah kemarin sudah hilang
Saat hati berjuang
Jika jodoh pasti akan kembali pulang
Sebab tulang rusuk tidak akan pernah hilang

Mahmudiah, 27 Desember 2017

  • view 22