Tentang Sri

Mahfuzzah Fitri
Karya Mahfuzzah Fitri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Februari 2016
Tentang Sri

Sri, kau adalah teman terbaik ku semasa kecil

Kita pergi sekolah bersama- sama berjalan kaki menyusuri jalan yang ramai

Aku selalu mengeluh capek dan ingin berhenti?

Tapi kau selalu memberiku semangat untuk terus berjalan agar tak terlambat sampai di sekolah

Kau memang teman terbaik ku Sri

Di saat aku sedih, kau selalu membuat ku tertawa

Di saat aku diam dan termenung, kau selalu mengajak ku bernyanyi

Bernyanyi yang kau karang sendiri dengan kata-kata bahagia yang membuat ku tertawa

Tertawa karena kau terkadang membuat nyanyian itu tidak nyambung

Kita selalu seperti itu, selalu tertawa dengan hal-hal aneh yang kita lakukan

Sepulang sekolah biasanya kita akan membuat suatu permainan di sepanjang perjalanan

Kita meletakkan sisa uang logam di tiap sudut yang tersembunyi di sepanjang jalan dengan tempat yang berbeda

Dengan alasan untuk tabungan kita besok

Kalau masih ada kita tambah lagi keesokan hari nya

Kalau hilang kita selalu menganggap itu sedekah

Seperti biasanya sesampai di rumah, istirahat, makan dan selang 1 jam nya kita berangkat pergi ngaji

Kau selalu menjemputku karena kau takut terlambat, kau selalu takut terlambat

Kau bilang, kita harus datang setengah jam sebelum pelajaran di mulai

Entah kenapa siang itu aku ketiduran, sehingga ketika kau menjemputku aku masih mandi

Kau terus memanggilku dan menyuruhku untuk cepat?

Aku tau kau takut terlambat dan aku menyuruhmu berjalan pelan-pelan nanti aku akan menyusulmu

Setelah selesai aku setengah berlari mengejarmu namun kau begitu cepat dan aku kehilangan mu

Setengah perjalanan aku melihat seorang lelaki yang aku kenal berlari dengan cepat seperti gugup dan ketakutan

Dalam hati ku bertanya, kenapa bapak itu berlari seperti ketakutan?

Tidak lama aku melihat orang ramai di sebrang jalan yang biasa kita lewati berdua

Entah kenapa aku hanya diam berdiri disitu seperti kebingungan melihat orang-orang yang begitu ramai

Tidak begitu lama, ibu ku memeluk ku dengat erat sambil menangis

Aku heran, kenapa ibu ku menangis?

Ada apa ini sebenarnya? Kenapa semua orang memandangku seperti itu?

Bu, ada apa? Tanya ku penasaran

Ibu ku semakin erat memeluk ku sambil berucap syukur karena aku terlambat pergi hari ini

Aku terus bertanya namun ibu tak menjawab

Kemudian ibu Sri menghampiriku dan memeluk ku juga dengan erat sambil menangis tersedu-sedu

Aku bingung dan tanpa sadar aku ikut menangis karena melihat semua orang menangis

Ibu Sri bilang, Sri udah gak ada, kamu mulai sekarang pergi sekolah dan ngaji sendiri ya

Dengan polosnya aku bertanya, memangnya Sri kemana bu? Tadi dia masih menjemputku?

Sri udah di jemput yang Maha Kuasa, dia di tabrak sama Bus besar itu sambil menunjuk Bus di sebrang jalan

?

Sri, kenapa kau begitu cepat jalan nya? Sehingga aku tak bisa menyusul mu tadi

Sri, sekarang aku pergi sekolah dan ngaji sama siapa?

Sri, tidak ada lagi teman yang bisa membuat ku tertawa

Sri, cuma kau dan aku di kelas yang mempunyai badan mungil

Sri, siapa lagi teman ku bernyanyi?

Sri, kau tetap akan menjadi sahabat terbaik ku

Sri, sedang apa kau saat ini?

Sri, aku merindukan mu

?

?

?

?

  • view 133