Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 7 Februari 2018   12:02 WIB
Kita Masih Punya Semuanya

Kita masih punya rintik yang akan kita jaga derasnya, supaya kelak ia jadi saksi atas persaksian yang dapat menolong kita berjalan ataupun harus merangkak-rangkak menuju surga.

Kita masih punya tawa yang akan kita puaskan sementara di dunia sebentar saja, sedikit saja. Tidak perlu puas-puas, tidak perlu berlebihan. Nanti, nanti saja kita lepaskan saat hidup kita beralih dari sini.

Kita masih punya resah yang terus kita tabur pada hari-hari senja. Pahit menikmatinya, tidak mengapa. Resah itu adalah bagaimana keadaan diri dari hari ke hari tidak kunjung membaik, justru semakin buruk. Resah itu coba kita pelankan suaranya, coba kita campur dengan usaha membuatnya tidak terlalu terlihat.

Kita masih punya hati yang bagian-bagiannya masih terkunci, mungkin. Enggan untuk rela, enggan untuk menerima segala sesuatu yang tidak mendatangkan bahagia menurut kita. Sampai bahkan kita lupa bahwa rahasia kebahagiaan terhadap sesuatu yang ditampakkan-Nya atau disembunyikan-Nya itu baik segala-galanya.

Kita masih punya cemburu, ternyata. Pada apa-apa yang ditangguhkan pada kita, tetapi dipercepat pada yang lain. Pada apa-apa yang ditunda untuk kita, tetapi segera untuk orang lain. Pada apa-apa yang tidak diberikan pada kita, tetapi diberikan cuma-cuma untuk orang lain.

Kita masih punya semuanya. Semuanya yang memberi kita pelajaran berharga. Semuanya yang memberi kita pelajaran untuk menerima. Untuk ikhlas. Untuk sadar. Untuk menghamba: ternyata untuk tertawa saja kita masih butuh beberapa list syarat agar kita bisa dengan mudah melakukannya

Des, 7 2017.

Karya : Maharlika Igarani