Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 30 Agustus 2017   15:16 WIB
Kepada Sang Pemberi Maaf

Selelah selesai dengan satu ujian di pagi hari dalam rentang tujuh hari seminggu, aku tidak memercayai diriku sendiri. Kulewatkan begitu saja waktu dan berbagai ornamennya: manusia, kertas, pulpen, dan setangkup jawaban yang kupertaruhkan di hadapan pemberi nilai. Ada yang kusesali: mengapa kulupakan waktu untuk memindai lebih dalam, merasa lebih pekat, dan menenangkan diri dengan jawaban yang berasal dari diriku sendiri? Maksudku, mengeluarkan apa yang seharusnya kukeluarkan, bahasaku yang berasal dari prosesku.

Kurasakan dunia ini menyempit, menghimpitku hingga kesusahan bernapas.

Menjadi lebih buruk adalah ruang gelap yang tak ingin kususuri, meskipun itu bagian dari hidup. Tetapi mungkin kegelapan memang yang seharusnya kukecap agar aku tak bodoh lagi (dan lagi) dalam menentukan langkah dan memandang segalanya. Aku harus punya dua sudut pandang, minimal.

Kurasakan pahit, itu lagi yang membuatku tidak mempercayai manis yang mungkin di belakang, setelah ini selesai. Aku menipiskan rasa bersyukurku tentang langkah yang sudah-sudah, dan aku tahu itu salah, itu durhaka.

Oleh sebab itu, sudah seharusnya lebih dari seribu kali aku meminta maaf kepada Yang seharusnya memberiku maaf.

Juga kepada diriku sendiri.

Karya : Maharlika Igarani