Memori Jangka Panjang

Maharlika Igarani
Karya Maharlika Igarani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Desember 2016
Memori Jangka Panjang

Yang menggangguku sekarang adalah ingatanku tentang suatu malam ketika keputusan dalam waktu singkat yang kau ambil kembali menjerumuskanku pada kejahatan diriku terhadap kepercayaan diri akan pilihanku sendiri. Aku tak percaya apakah kau benar mengatakannya karena bersungguh, atau karena kau tidak ingin dirimu kian tersiksa sebab kau dirasa tidak ideal di mata orang-orang. 

Aku seperti terpecah menjadi dua; bersenang karena mungkin dengan itu kau akan senang, dan bersedih sebab tidak tahu harus bersenang atau bersedih. Keduanya seperti salah di matamu, dan mataku rabun untuk terus berada dalam abu-abu. Sebetulnya hatiku teriris, namun aku harus terus berada dalam keadaan menyukai keputusanmu.

Telah sekian waktu aku bertahan pada posisi yang tak kubayangkan. menaikkan derajat masa lalu sama saja dengan mengutuk masa sekarang. Mengutuk kenyataan. Mengutuk keadilan Tuhan?

Setidaknya ada dalam diriku keinginan untuk mengambil pelajaran, bukan hanya mencela-cela apa yang sedang terjadi. Sebab jika begitu, aku tidak akan hidup di masa sekarang. 

Aku tenggelam dan mati, meliuk ke dasar tanpa mengambang. Tidak ada yang bisa menjadi alasan untuk membawaku sampai permukaan, dilihat orang, kemudian dikebumikan. maka lebih baik aku hilang tak tertemukan daripada harus terus diabaikan. Atau kalau saja dipedulikan, hanya ada sumpah serapah dari orang-orang yang memanggulku. Tangis orang tuaku, sebab bukan kehilangan aku, tetapi tidak tahan ocehan bergantian menerobos dinding hatinya. Hanya menjadi dosa baginya, dan segunung dosa lagi bagiku setelah gulungan-gulungan dosaku kemarin-kemarin.

***

Sebelum aku berniat melupakan apa yang menjadi salahku, maka yang menjadi langkah pertama adalah mengingatnya. Menangis lagi karenanya, dan mungkin tidak akan pernah terlupakan. Sedang diriku sendiri tidak tahu apakah salah itu sudah dihapus-Nya atau semakin melekat pada kitab perbuatanku.

10 Desember 2016. ©Maharlika Igarani 
Memori jangka panjangku menemukanmu pada malam ketika kita bertemu arah ke mana kita akan melaju, sekaligus menemukan kejahatanku. Dan ketika itu aku bangga. Aku bangga menjadi orang jahat.

  • view 268