Terlambat

Maharlika Igarani
Karya Maharlika Igarani Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 Juni 2016
Terlambat

Aku terlambat sampai tujuan. Bahkan dengan teknologi paling canggih abad ini, aku tetap terengah dan mendatangi tujuan terlambat. Beberapa jeda setelah bel berdering. Aku, terlambat.
Aku lelah.
Ternyata bukan karena aku salah memilih dan mengambil jalan sehingga aku tersesat. Seperti di hutan, gelap. dan beberapa kali mengecilnya nyali karena terus saja menemukan ranting yang sama, pohon yang sama, dan jejak yang sama. Kembali ke tempat semula. Waktu terbuang cukup banyak, dan mungkin bagi sebagian orang, terbuang sangat banyak. Tetapi ini bukan penyebab aku terlambat.
Tunggu dulu, aku lelah.
Aku baru menyadari bahwa aku hanya maju mundur cantik saja selama ini. Yakin dan tidak yakin. Jalan dan kemudian berhenti. Melaju kemudian berbalik. Kembali ke langkah awal karena lupa bekal yang harus aku bawa, atau tidak yakin bekalku cukup. Hingga bekal yang sedikit ini habis di tengah perjalanan.
Lalu aku mengisinya kembali, sampai hari ini. Di mana titik aku sadar. Aku hanya maju dan mundur. Tidak mau bergerak ke depan dan berani menantang meskipun aku benar, dan meskipun aku tahu itu benar.
Akhirnya aku tertinggal.
Terlambat, baru hari ini aku sadar keterlambatan ini mengunyah diri. Menertawakanku karena berlari di paling akhir. Dan sampailah di tujuan Dengan langkah paling akhir.
Namun terlambat bukan berarti tidak punya kesempatan untuk tetap masuk, kan? Mungkin harus dimarahi dulu, dipermalukan dulu, dicaci maki dulu, mencoba diusir dulu, dipatahkan semangatnya dulu, dihukum dulu, baru boleh masuk ke tempat yang lebih baik. Kecuali pada keterlambatan pada hal-hal yang memang rumit. Sampai air mata habis untuk mengiba agar mampu kembali, tetap saja; tidak bisa. Tidak ada toleransi.
Aku memang terlambat, tetapi masih sempat.

  • view 120