Seperti Kita Menikmati Terbitnya Mentari

Maharevin
Karya Maharevin  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2018
Seperti Kita Menikmati Terbitnya Mentari

bismillah..

Menjalin mahligai rumah tangga siapa yang tak mau? menyandang status 'suami' bagi pasangan halal sepanjang hidup. Ah, apalagi kalau menikah dengan dia yang menjadi pilihan-Nya. Terbayang kebahagiaan saban harinya. Surga dunia. 

Dan akhirnya, takdir mengubah status saya menjadi suami. Terhitung baru 10 bulan, lika-liku kehidupan lebih terasa dibandingkan saat masih single. Di sini, yang saya rasakan, tanggung jawab seorang laki-laki, benar-benar diuji ketika berumah tangga.

Jujur, untuk bisa selamat di hadapan Pengadilan-Nya pun, saya belum tahu. Kini ditambah dia, bidadari dunia, malaikat tak bersayap yang harus diperhatikan kenyangnya, nyenyaknya, kebahagiaannya, sekaligus amal ibadahnya.

Pernah terselip pertanyaan bernada keraguan. Benarkah kita (baca: saya atau istri), seseorang yang tepat menjadi teman hingga sisa usia nanti? benarkah kita adalah jawaban dari doa yang disenandungkan selepas salat? Apalagi dengan ragam ujian yang muncul di masa-masa penentuan keputusan, kerap menggoyahkan hati.

Tapi bismillah, lagi-lagi lafaz tersebut menjadi energi menggerakkan kedua kaki kecil ini. Menikah semata Lillah. Niat ibadah, menjadi hamba dan membangun keluarga yang taat pada perintah-Nya.

Memang tidak pernah ada yang bisa mengetahui, apa saja ujian yang kan menghadang di depan nanti. pun diri ini. Tentu banyak hal yang baru yang kan ditemui. suka duka, senang susahnya.

Ibarat berwisata ke daerah yang pertama kali didatangi. Pastilah akan ada hal-hal yang membuat takjub, pun sebaliknya. Bukankah hal terbaik yang bisa dilakukan, adalah menikmati apa yang disuguhkan dunia? bersyukur dengan apa yang dimiliki.

Dan sebesar apa pun badai yang kn datang nanti,, mari kita nikmati bersama. seperti kita menikmati terbitnya mentari. 

pict from: http://bit.ly/2BTuSgT

@Peru, 12/02/2018

  • view 82