NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG DITANAMKAN DALAM LINGKUNGAN KELUARGA

Mahamida Longso
Karya Mahamida Longso Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG DITANAMKAN DALAM LINGKUNGAN KELUARGA

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER YANG DITANAMKAN

DALAM LINGKUNGAN KELUARGA

Oleh

Ma Hamida B.Longso

Mahasiswa PBSI UMK

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam keluarga. Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernah bisa ditinggalkan. Nilai-nilai karakter sangat penting bagi anak agar dapat mencapai tujuang sesuai dengan yang diinginkan. Karakter juga dapat dianggap sebagai upaya yang dirancang untuk membantu anak atau peserta didik untuk memahami nilai-nilai perilaku manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri maupun lingkungannya. Orang tua adalah pembentuk dasar utama karakter anak. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan: kejujuran, religius, empati, kemandirian, tanggung jawab, rendah hati. Orang tua mendidik anak melalui pengasuhan yang baik, mencontohkan perilaku dan pembiasaan yang baik pula. Keluarga memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter anak. Pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan yang awal dan utama, karena pada masa itu adalah masa dimana seseorang masih menerima segala sesuatu dan mudah terpengaruh.

Kata kunci: nilai-nilai, pendidikan karakter, keluarga

Pendahuluan

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.  Pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dapat mencapai kebahagian setinggi-tingginya.

            Pendidikan merupakan suatu sistem yang teratur dan mengemban misi yang cukup luas yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan fisik, keterapilan, kemauan hingga sampai kepada kepercayaan atau keimanan diri seorang anak.

            Pendidikan karakter merupakan berbagai upaya yang dirancang untuk dilaksanakan  secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri maupun lingkungannya. Pendidikan karakter diwujudkan melalui pikiran, sikap, perbuatan dan perkataan berdasarkan norma hukum, agama dan tata krama.

            Pendidikan harus mempunyai landasan yang terarah sebagai acuan dalam proses penyelenggaraan pendidikan, baik pendidikan formal maupun non-formal. Landasan yang terarah sangat di perlukan dalam upaya mendidik anak didik menuju kedewasaan berfikir, berperilaku terpuji dan bersifat baik. Landasan yang dimaksud adalah landasan yang berbasis nilai moral.

            Pendidikan saat ini hanya mengedepankan aspek keilmuan dan kecerdasabn intelektual anak. Aspek moral sebagai basis pembentukan karakter. Rapuhnya karakter dalam kehidupan pendidikan dapat membawa kemunduran dalam peradaban pendidikan dan bangsa. Pendidikan karakter tidak lain adalah nilai-nilai moral, baik bersifat universal maupun lokak kultural. Pendidikan moral pada dasarnya menyangkut pada proses internalisasi nilai-nilai moral. Jika nilai-nilai moral berhasil diinternalisasikan dalam diri seseorang, maka nilai-nilai itu yang akan menjadi acuan yang menuntun sikap dan tindakan orang tersebut.

            Peranan orang tua dalam pendidikan karakter anak sangat penting, karena orang tua adalah faktor kunci utama dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya. Pendidikan karakter berbasis moral dalam keluarga sangat penting bagi peradaban kehidupan manusia.

            Keluarga pada hakikatnya merupakan wadah pembentukan karakter maing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih dalam bimbingan  dan tanggung jawab orang tua. Apapun perlakuan orang tua akan berdampak pada perkembangan karakter anak. Persepsi yang berbeda tentang karakteristik anak akan berbentuk perilaku yang berbeda pula antara anak laki-laki dan anak perempuan (light, dkk. 1989:338).

            Lickona menyatakan bahwa keluarga adalah sekolah pertama pembentukan karakter, karena dalam keluarga kita belajar tentang cinta, komitmen, pengorbanan, meyakini sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri. Keluarga adalah peletak dasar pendidikan moral (Dinerman, 2009:80). Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk meneliti nilai-nilai karakter apa saja yang ditanamkan dalam keluarga dan nilai karakter yang dididikkan orang tua pada anak. Penulis membatasi penelitia ini hanya pada nilai-nilai pendidikan karakter.

Bagian Inti

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan manusia yang tak pernah bisa ditinggalkan. Sebagai sebuah proses, ada dua pendapat yang berbeda mengenai pendidikan dalam kehidupan manusia yaitu ia bisa dianggap sebagai proses yang terjadi secara tidak sengaja (alamiah) dan bisa dianggap sebagai proses yang terjadi secara sangaja atau direncanakan dan direncanakan secara organisasi berdasarkan aturan yang berlaku.

Pendidikan karakter hendaknya dilakukan sejak usia dini, karena pada masa usia dini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang menentukan kualitas anak dan pembentukan nilai moral (akhlak) dan sikap yang baik. Penanaman karakter dan nilai-nilai moral di lingkungan keluarga dapat mengacu pada pembentukan karakter anak seperti: religius, jujur, toleransi, disiplin, sopan santun, mandiri dan kreatif.

Sebagai suatu ilustrasi pentingnya karakter seorang yang dilandasi dengan moralitas (akhlak mulia) daripada hanya pintar namun tidak terpuji. Keluarga merupakan unit dari masyarakat yang menjadi payung utama bagi anak didik.

Karakter menurut Thomas Lickona terdiri atas tiga korelasi yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral behavior. Lickona mengatakan bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

Menurut Suyanto (2009:2) mendefinisikan karakter sebagai cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama.  Baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara.

Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai karakter (kebajikan) pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya.  Pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak hendaknya berorientasi pada kebutuhan anak sebagai makhluk biopsikososialreligius serta menggunakan cara-cara yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Pendidikan karakter menurut Megawangi adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memberika kontribusi yang positif kepada lingkungannya.

Lickona juga berpendapat bahwa pendidikan karater diperoleh melalui campuran antara religi, sastra, adat istiadat, sistem norma, dan keseluruhan hasil kebijaksanaan manusia sepanjang sejarahnya, yaitu ilmu pengetahuan dengan berbagai dimensinya.

Pendidikan karakter menurut Kertajaya adalah ciri khas yang dimiliki oleh suatu individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian individu tersebut, serta merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap dan merespon sesuatu.

Nilai-Nilai Karakter yang Ditanamkan dalam Keluarga

Adapun nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan dalam keluarga yaitu:

  1. Menanamkan nilai-nilai religius atau pendidikan keagamaan
  2. Kejujuran memberi kepercayaan dan saling terbuka dalam keluarga.
  3. Mendisiplinkan agar anak membiasakan diri shalat tepat waktu.
  4. Menanamkan rasa kasih sayang da sikap kreatif.
  5. Komunikasi orang tua bersahabat dengan anak.
  6. Memberi contoh kerja keras yang baik terhadap anak.
  7. Hormat dan santun.
  8. Mengajari anak untuk rendah hati terhadap sesama.
  9. Melibatkan anak dalam mengambil keputusan dalam keluarga.
  10. Menumbuhkan sikap percaya diri.
  11. Anak dilatih untuk bertanggung jawab dengan tugas apapun, seperti tugas rumah.
  12. Penerapan nilai moral dan sikap toleransi.
  13. Keteladanan dan bimbingan utuk taat aturan dan tepat janji.

Agar dapat mencapai yang diinginkan, semua pihak dalam keluarga harus ikut berperan dalam pembentukan karakter anak, sehingga sesuai dengan tahap-tahap perkembangan moral seorang anak.

Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Keluarga

Orang tua adalah pembentuk dasar karakter anak. Sebelum anak mengenal dunia luar atau lingkungan masyarakat luas dan sebelum mendapat bimbingan di sekolah. Seorang anak terlebih dahulu mendapat bimbingan dari lingkungan keluarga, terutama orang tua yang berperan sebagai pendidik dalam keluarga.

Lingkungan keluarga mejadi terpat berlangsungnya sosialisasi yang berfungsi dalam pembentukan kepribadian anak sebagai makhluk individu, sosial, susila, dan makhluk keagamaan.

Menurut Ardy Wiyani, peran orang tua untuk membentuk karakter anak adalah dengan dasar pendidikan, sikap dan  keterrampilan dasar, seperti pendidikan agama, budi pekerti dan sopan santun. Oleh karena itu dalam membentuk karakter anak usia dini, orang tua mengajarkan nilai-nilai yang sesuai dengan norma, agama, dan hukum yang berlaku.

Menbangun karakter anak adalah mendidik kejiwaan anak. Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak, peran orangtualah yang sangat penting karena pendidikan dasar seorang anak adalah apa yang ia dapati dari keluarganya. Karakter anak tidak sepenuhnya bawaan dari lahir.

Keluarga memiliki peranan utama didalam mengasuh anak, disegala aspek norma dan etika yang merlaku didalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat (Effendi, 1995).

Peran orang tua dalam menumbukembangkan karakter dan rasa kasih sayang yaitu melalui:

  • Keteladanan untuk berempati.
  • Pelatihan emosional anak.
  • Membangun rasa kepedulian anak .
  • Melatih anak agar tidak bersikap egois.
  • Keteladanan untuk selalu membantu orang lain.

Peran yang dikembangkan orang tua akan membuat anak memiliki kepribadian (karakter) yang baik. Jika setiap anak bangsa memiliki karakter moral dan akhlak yang baik, maka suatu bangsa  juga  akan memiliki karakter yang baik pula.

Penutup

Simpulan dan Saran

Pendidikan karakter merupakan berbagai upaya yang dirancang untuk dilaksanakan  secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri maupun lingkungannya.

Keluarga merupakan suatu sistem sosial terkecil yang didalamnya terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak yang memiliki peran masing-masing. Kunci utama sebuah keberhasilan dalam membangun karakter anak adalah keteladanan dimana orang tua harus memiliki karakter positif.

Keberhasilan seorang anak banyak dalam berbagai aspek banyak ditentukan oleh keluarga (orang tua), mereka diharapkan mampu untuk membentuk karakter positif seorang anak. Baik dalam bertutur kata, bersikap, bergaul, maupun bertindak. Jadi orang tua harus mampu membangun karakter-karakter yang dapan menunjang pendidikan anak.

 

Daftar Rujukan

 

Ardy Wiyani, Novan. 2013. Bina Karakter Anak Usia Dini. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Dinerman, S. 2009. Characteris the Key: How to Unlock the Best in our Children and Ourselves. Mississauge, Canada: John Wiley and Sons Canada.

Light, D., Keller, S.Jr., & Calhoun, C. 1989. Sociology (5th ed). New York: alfred A.Knopf, Inc.

Suyanto. 2009. Strategi Pendidikan Anak. Yogyakarta: Hikayat.

Kertajaya. 2010. Kalau Keunikan Ditunjukkan. Bandung: Gramedia

  • view 700