Ayah! aku bukan robot

Maftuh el_Hasanah
Karya Maftuh el_Hasanah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 02 Februari 2017
Ayah! aku bukan robot

Seperti biasa, setiap hari Fandi yang masih berumur dua belas tahun selalu bekerja demi menghidupi keluarganya yang penuh dengan kekurangan, karena keterbatasan yang ia miliki Fandi harus  bekerja keras demi keluarganya. Ia hanya hidup dengan satu saudara dan ayah nya yang memiliki watak yang sangat keras dan sedangkan adik yang bernama Rena memiliki keterbatasan yang terlahir secara cacat, dan dengan  inilah Fandi di tekan dan di tuntut agar bisa mendapatkan uang dengan cara bagaimanapun saja. 

Fandi terkadang merasa ingin pergi dari kehidupan ini, karena Ia memang sudah benar-benar tidak kuat dengan semua apa yang ayahnya lakukan terhadap Fandi dan juga  terhadap adeknya Rena, karena Ayahnya tak hanya menekannya untuk bisa mendapatkan uang dengan cara yang halal akan tetapi Ayahnya juga memaksanya untuk mendapatkan uang dari jalan yang haram.

ketika Fandi tidak mendapatkan uang sesuai dengan apa yang dia inginkan Ayahnya, dia memperlakukan Fandi tak ubahnya seperti  hewan bahkan lebih, Fandi merasa sakit dan tidak kuat jika harus seperti ini, dan sekarang Fandi bingung apa yang harus Ia lakukan.

"ya Allah apakah ini memang jalan skenario hidupku yang telah Kau rencanakan untukku, sehingga aku harus memikul penderitaan oleh Ayah ku yang sangat kejam" Fandi tak henti-hentinya meneskan air matanya diatas sajadah.

dalam benak Fandi, Ia selalu berkhayal dan berharap skenario ku ini akan berakhir dengan ending yang indah, Ia sangat merindukan kasih sayang dari Ayahnya seperti waktu kecilnya dulu, bahkan jika Ibunya masih hidup, mungkin Ibu Fandi selalu mencegah Ayahnya untuk berperilaku tak waras.

Pada suatu hari ketika Fandi istirahat setelah ia merasa sangat lelah dan  merasa badannya remuk, tiba-tiba ayahnya datang dan memarahi Fandi.

“enak aja kamu hanya tidur-tiduran saja, kerja sana mau makan apa kita  jika mu tidak kerja, dasar anak tidak berguna!!!!” dengan nada tinggi.

di waktu itupun tangan kasarnya menyentuh pipi Fandi dengan sangat keras dan menyeretnya untuk berangkat mencari nafkah, tak ada yang bisa ia katakan waktu itu, Fandi hanya bisa menangis dan pergi meninggalkan ayahnya yang tengah marah. sedangkan Fandi tak tahu harus mencari uang kemana, Ia hanya berjalan lunglai tak tentu arah, karena Ia memang tidak punya kekuatan, dengan  penglihatan yang suram dan jalan yang tak tentu arah tiba-tiba terdengar bunyi mobil yang membuatnya  kaget dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap, Fandi tak tahu apa yang terjadi padanya waktu itu, ia hanya bisa tertidur dan tak sadarkan diri sampai berbula-bulan, dan pada akhirnya Fandi terbangun dari komanya, Ia melihat di sekitarnya, ia menemukan sosok Ayah dan Rena sedang berdiri sambil melumuri wajah dengan tsenyuman bahagia atas sadarnya Fandi dari komanya.

“ayah, maafkan anakmu jika anakmu ini tak menjadi anak seperti apa yang ayah inginkan karena aku memang  bukan robot yang bisa ayah perintah sesuka hati ayah". ucapnya dengan nada pelan.

"Ayah......... ia memanggil ayahnya yang sedang memegangi tangannya

"satu pinta ku semoga ayah menjadi panutan yang  baik terhadap anak-anak ayah yang lain dan menjadi ayah yang diimpikan oleh setiap insan. Fandi tak kuasa menahan derasnya air mata, dan orang-orang disekitarnya pula ikut terisak mendengar ucapan fandi.

"Ayah.. Ibu telah menantiku!"

Ayahnya memeluk tubuh Fandi erat-erat dengan rasa menyesalnya.

  • view 78