pasir pulau merah

Maftuh el_Hasanah
Karya Maftuh el_Hasanah Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Februari 2017
pasir pulau merah

Pasir Pulau Merah

Sekilas ku termenung dalam sugesti yang mengerikan

Ketika ku di kejutkan oleh lukisan diatas jejak langkah pasir pulau merah

Bermaknakan cinta yang kau lukis dengan jemari saktimu

Senyumku tak lagi terbang

Karena sayap-sayap telah patah

Seketika itu ku pecahkan segala rencana indah

Lewat anggunnya airmata dan rintihan hati

Kini ruangan kosong menjadi lebih keramat dari kuburan

Menyimpan dongeng kesedihan yang bukan lagi sebuah ketakutan

Malam ini ku coba menyeberangi bayangan mimpi-mimpi mereka dengan bahasa sunyi

Ditempat mereka mencambuk tubuh dengan do’a

Ditempat mereka bersemedi dan bernyanyi

Dan malam ini pula

Ku ingin kenangkan segala musibah

Dengan lagu-lagu yang menguburkan tangis

Lewat ayunan rumput yang sebenarnya waktu

Tuhan.....

Airmata ini sudah menjadi darah

Kini hambamu berkumandang kesakitan

Dibumi mana lagi ku tumpahkan tangis?

Di daratan mana lagi gedung-gedung akan jadi reruntuhan?


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    7 bulan yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Sajak yang sangat puitis dan sangat dalam. Cerita sangat personal terlihat sekali dalam puisi karya Maftuh el_Hasanah ini. Bercerita tentang perpisahan dengan orang yang sangat dikasihi, sajak ini teramat indah sekaligus menyakitkan.

    Terciptanya karya seindah ini pastinya berkat pemilihan kata yang sangat pas menggambarkan suasana hati. Singkat tetapi teramat mengena di hati siapa pun yang membacanya. Sajak ini cocok buat dibagi-bagi ke banyak orang, sekadar dibaca atau bahkan direnungkan. Yang punya pengalaman serupa pasti akan mengangguk-angguk. Terima kasih telah berbagi di sini, Maftuh.

    • Lihat 1 Respon

  • Maftuh el_Hasanah
    Maftuh el_Hasanah
    7 bulan yang lalu.
    iya, terima kasih atas penilaiannya.