Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 1 Februari 2017   15:51 WIB
pasir pulau merah

Pasir Pulau Merah

Sekilas ku termenung dalam sugesti yang mengerikan

Ketika ku di kejutkan oleh lukisan diatas jejak langkah pasir pulau merah

Bermaknakan cinta yang kau lukis dengan jemari saktimu

Senyumku tak lagi terbang

Karena sayap-sayap telah patah

Seketika itu ku pecahkan segala rencana indah

Lewat anggunnya airmata dan rintihan hati

Kini ruangan kosong menjadi lebih keramat dari kuburan

Menyimpan dongeng kesedihan yang bukan lagi sebuah ketakutan

Malam ini ku coba menyeberangi bayangan mimpi-mimpi mereka dengan bahasa sunyi

Ditempat mereka mencambuk tubuh dengan do’a

Ditempat mereka bersemedi dan bernyanyi

Dan malam ini pula

Ku ingin kenangkan segala musibah

Dengan lagu-lagu yang menguburkan tangis

Lewat ayunan rumput yang sebenarnya waktu

Tuhan.....

Airmata ini sudah menjadi darah

Kini hambamu berkumandang kesakitan

Dibumi mana lagi ku tumpahkan tangis?

Di daratan mana lagi gedung-gedung akan jadi reruntuhan?

Karya : Maftuh el_Hasanah