Mengapa

Maesa Septia
Karya Maesa Septia Kategori Puisi
dipublikasikan 08 Mei 2017
Mengapa

Alasku ini tak selebar tempatku berpijak di dunia ini

Tapi mampu membuatku terduduk nyaman dengan tangisan panjang

Setelah aku tersungkur, membiarkan dahiku, hidungku, dua telapak tanganku, dua lututku, dan dua ujung jari-jari kakiku menempel di atasnya

Aku biarkan kain ini basah dan aku biarkan ia mendengar isak tangisku dan deru nafasku yang sesak tak tertahan lagi

Aku biarkan juga ia ikut menguping keluhanku bersama sepi

Lalu aku bangkit, namun aku masih tetap di atas alasku

Perlahan aku berbisik

Allah.. Apa benar semua mesti begini?

Aku setuju, aqidah bisa melepas ikatan apapun yang tak semestinya

Tapi sekali lagi aku bertanya, apa benar mesti begini yang aku alami?

Aqidah seperti apa yang menciptakan pemisah itu?

Rasanya pedih mendengar teriakan ayahku sendiri

Dengan amarahnya beliau katakan "di antara kita sudah tak ada hak yang semestinya lagi"

Padahal yang aku tahu, aku sembah Engkau ya rabb

Aku hanya bertuhankan Engkau ya rabb

Lantas di sebelah mana perbedan itu?

Lalu, mengapa semua yang aku hadapi harus begini?

Apa hatiku yang tertutup untuk mendapat hidayah?

Ataukah ayah yang sedang Kau uji hatinya tentang kebenaran?

Mengapa?

  • view 52