Izinkan Aku Memelukmu, Lelakiku

Maesa Septia
Karya Maesa Septia Kategori Puisi
dipublikasikan 26 Agustus 2016
Izinkan Aku Memelukmu, Lelakiku

Bolehkan aku membandingkan nasibku dengan nasib yang lain?

Begitu dulu seringkali aku bertanya dalam benak

Selalu aku coba memalingkan perhatian mataku

Dari lelaki yang mereka miliki

Yang tak jarang aku nilai mereka memang beruntung 

Kau, lelakiku

Lelaki pertamaku yang aku selalu merasa memilikimu selamanya

Pun sebaliknya

Kau, lelaki pertama yang kau selalu merasa memilikiku

Iya, kau cinta pertamaku dari semenjak awal tangisku hadir di dunia ini

Orang bilang kau bisa disebut ayah

Iya, ayah, bolehkah aku menganggapmu sebagai lelakiku?

Ayah, kau tak pernah mengajarkanku bagaimana romansa keluarga penuh cinta

Dengan berbagai perhatian kecil

Kau memang hanya terfokus pada masalah besar untuk kelangsungan hidupku

Karena itu aku selalu terpaksa menatap nasib orang lain

Sekarang, setelah sekian banyak alur hidup aku lalui

Sekian banyak mereka yang memiliki lelaki bernama ayah yang aku temui

Aku bandingkan lagi

Ternyata masalah besarku yang selalu menjadi fokusmu

Adalah masalah besar mereka yang menjadi pengabaian

Yang teralihkan dengan fokus masalah-masalah sepele lain

Ayah, aku anak gadismu yang seringkali berpikir

Bahwa kau tak pernah mengajarkanku memelukmu dengan memelukku

Ayah, kau adalah hasil dari didikan ibu bapakmu dulu

Kerasnya hidupmu dulu melahirkan sikap keras dalam hidupmu sekarang saat aku bertumbuh

Aku ingin mencoba menjamahi sedikit ruang di hatimu

Aku ingin kau menganggapku dekat denganmu

Yang bisa kau dengarkan keluh kesahnya

Yang bisa kau usap air matanya

Yang bisa kau peluk raganya

Tapi, itu hanya teori-teori hubungan ayah dan anak yang pernah aku baca dalam buku saja

Teori yang kemudian menumbuhkan keinginan seperti itu dalam jiwaku

Ini, lihat kenyataan ini meruntuhkan idealisme yang sempat aku bangun

Ayah, kau lelakiku yang selalu menyisihkan waktumu

Bukan untuk mendengarkanku

Tapi, untuk menyampaikan petuahmu

Tanpa memberi sedikit celah waktu untukku bercerita beberapa susunan kata saja

Saat ini, kau ada di hadapanku

Untuk pertama kalinya kau tawarkan waktumu untukku

Telingaku barusan sekali seperti mendengar kau bertanya tentang apa yang terjadi padaku

Aku tanya lagi hatiku memastikan bahwa telingaku tidak keliru

Ah, ayah.. Dulu aku minta waktu padamu

Kini, aku rasa aku ingin meminta kedua bahumu dan tubuhmu

Untuk beberapa saat saja

Aku ingin menyandarkan tubuh kecilku ini

Mendengarkan degup jantungmu yang seringkali tiba-tiba terpacu lebih cepat

Karena kekhawatiran terhadapku yang tak pernah terucapkan

Merangkulkan kedua lenganku pada lingkaran tubuhmu yag seringkali tiba-tiba terasa sakit

Karena kelelahan sisa banting tulang seharian

Ayah, izinkan aku tersedu di dadamu

Mengeluarkan rasa rindu bau tubuhmu yang selama ini tak pernah aku cium

Ayah, sebelum lelaki keduaku setelahmu mengambil pelukanku

Aku ingin kau ambil terlebih dulu pelukanku ini

Tak perlu lama, izinkan aku sesaat saja

Memelukmu sebagai lelakiku

  • view 225