Hari Gini...

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Februari 2016
Hari Gini...

Hari gini nikah modal cinta? Ya iyalah, ya okelah, dengan catatan nggak diakhiri kata ?doang?! Dan wujud terbaik dari cinta? Iman. Jadi, ada iman belum terbuai jatuh cinta, okelah menikah. Ada cinta nggak ada iman, eliminasi aja ya.

Hari gini nggak modal iman, perempuan cantik, bening nan bohay dapat didapatkan di mana saja, kalo nggak kuat-kuat iman laki-lakimu, mudah saja dia main-main dengan salah satu salah dua salah tiga atau salah semua, tinggal pilih tanpa tebang.

Hari gini nggak modal iman, materialisme sudah jadi komoditi utama arus globalisasi. Kalau nggak kuat-kuat iman laki-lakimu, mudah saja dia akan mengusahakan segala cara mendapatkan materi. Segala cara, tanpa mengecualikan cara-cara tidak baik.

Hari gini nggak modal iman, ibadah wajib 5 waktu sebagai seorang muslim saja sudah jadi sesuatu yang seolah mendekati tabu. Kalau nggak kuat-kuat iman laki-lakimu, mudah saja dia mengurangi 5 itu menjadi 4,3,2,1 atau bahkan tidak sama sekali hanya karena sedang menghargai kebersamaan berkumpul dengan teman-temannya.

Hari gini nggak modal iman, fitnah dunia amat menggoda. Segala bentuk hiburan dan kesenangan yang cenderung merugikan ditawarkan di mana-mana bukan lagi dengan harga mahal, bahkan gratis. Kalau nggak kuat-kuat iman laki-lakimu, mudah saja dia lalai menafkahi hakmu dan anak-anakmu untuk dituntun tidak terlena pada dunia, hak untuk kamu dan anak-anakmu dilindungi tidak hanya dari hinanya dunia tapi terutama dari betapa hinanya di hari pembalasan.

Hari gini nggak modal iman, cinta itu sesuatu yang memabukkan. Kalau nggak kuat-kuat iman laki-lakimu, mudah saja dia akan berubah begitu saja dari yang paling memujamu menjadi sangat tidak menghargaimu. Namanya juga sesuatu yang memabukkan, situasi bisa sangat berbeda saat sedang mabuk dan saat sudah sadar. Dengan iman, kelebihanmu akan dimuliakan penuh cinta. Dengan iman, kekuranganmu akan diterima, digandeng, diperbaiki jika memang buruk, tetap dengan cinta terbaik. Bukan dengan kebencian? Bukan! Iman tahu betul betapa rendahnya benci-membenci, betapa rendahnya berkata kasar apalagi main tangan kepada perempuan.

Dan, kamu tahu bagian terburuknya jika tidak ada iman? Ketidak berkahan! Kamu tahu tidak baiknya sesuatu yang tidak berkah akan menyempitkan seluas-seluasnya materi. Membuat terasa kurang meskipun telah menumpuk harta sealam-alam. Membuat sebesar-besarnya usahamu tidak menghasilkan lebih dari itu, bahkan lebih sedikit. Membuat selalu saja ada pertengkaran dalam rumah tanggamu, bahkan penyakit secara rutin diidap anggota keluargamu. Biasanya memang, penyakit dipakai Tuhan sebagai pembersih harta-harta atau tingkah-tingkah kotormu. Yang pada akhirnya semua itu mengantarkanmu pada satu situasi, tidak bahagia! Coba kamu tanya pada dirimu sendiri, apa cita- cita tertinggi hidupmu? Uang? Jabatan? Kehormatan? Atau kebahagiaan?!