Sepasang Kaki dan Tahi

Wurdiyah Nur Madura
Karya Wurdiyah Nur Madura  Kategori Project
dipublikasikan 31 Desember 2017
DARI HALAMAN BELAKANG

DARI HALAMAN BELAKANG


Ada sesuatu yang bertaburan di belakang. Entah karena terbawa angin, terjatuh dari mana, tergeletak begitu saja, memang terdiam di sana seolah baru merupa tunas, entah bagaimana. Sebutlah ia tulisan, berserakan menuju (pu)isi, dari halaman belakang kepala perempuan Madura

Kategori Acak

1.8 K Hak Cipta Terlindungi
Sepasang Kaki dan Tahi

Kita adalah sepasang kaki yang salah satu terkena tahi

Bukan soal si kanan yang kena tahi, si kiri yang wangi

Kecuali jika benar ternyata sepasang kaki tak punya mata, saling teriak kamu tahi aku wangi

 

Bukankah katanya ada mata kaki, yang mungkin karenanya manusia sering bilang jalan pakai mata jangan cuma pakai kaki

 

Pakai mata untuk melihat mana yang kena tahi, lalu gerakkan kaki untuk menggosokkan diri pada yang kena tahi

 

Kamu tahi, aku wangi. Aku gosokkan diriku ke tahimu, lalu kita saling menggosokkan diri seperti anyaman agung jalin kaki suami-istri, bercampur menceburkan diri, meluruhkan air ke kaki, lalu lunturlah si tahi, aku dan kamu kembali wangi

 

Untuk apa ada golongan kanan-kiri, eh kaki kanan-kiri jika hanya sibuk memaksakan ego diri

Bengkok langkah pasti, terjatuh, bahkan terlalu sulit untuk sekadar berdiri

 

Ayolah, kita sepasang kaki

Tahimu tahiku, wangimu wangiku

Tugas kita masih sama hingga akhir dina sejak dini

Cita-cita tertinggi kita pada akhirnya adalah mati

 

Jika boleh muluk-muluk, semoga kita bisa mati dengan wangi justru karena saling membersihkan tahi, bukan saling emosi tebas sana-sini hingga amis darah membunuh wajah berseri

 

Kita saling karena sepasang. Sepasang kaki...

  • view 81